<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352</id><updated>2011-08-16T20:09:42.921-07:00</updated><category term='wirausaha'/><category term='Pengusaha sukses'/><category term='west java'/><category term='rumah kantor'/><category term='Orang kaya no.1 Indonesia'/><category term='Jawa Barat'/><category term='business property'/><category term='skills'/><category term='negosiasi bisnis'/><category term='pesona khayangan depok'/><category term='sukses'/><category term='Aburizal Bakrie'/><category term='real estate'/><category term='wirausahawan sukses'/><category term='kecerdasan'/><category term='kisah sukses'/><category term='IQ'/><category term='CEO Kimberly-Clark'/><category term='beaches'/><category term='tips bisnis'/><category term='pengusaha'/><category term='financial'/><category term='seminar bisnis'/><category term='properti'/><category term='kisah nyata'/><category term='Investasi'/><category term='astra'/><category term='peminjaman'/><category term='bank'/><category term='pinjaman'/><category term='kejujuran'/><category term='Darwin E.Smith'/><category term='bisnis pulsa'/><category term='services'/><category term='Sampoerna'/><category term='Property'/><category term='usaha'/><category term='Grameen Bank'/><category term='penghargaan nobel.'/><category term='hugo cavez'/><category term='bisnis property'/><category term='outdoor living'/><category term='KPR. bisnis'/><category term='karawang'/><category term='cara Bisnis'/><category term='mendapat nobel'/><category term='ketabahan'/><category term='cara investasi'/><category term='wirausahawan'/><category term='entrepreneur'/><category term='cashflow quadrant'/><category term='perusahaan kertas'/><category term='karawang barat'/><category term='golf'/><category term='muhammad yunus'/><category term='capital'/><category term='wirausaha sukses'/><category term='perumahan'/><category term='SQ'/><category term='belajar Bisnis'/><category term='water sports'/><category term='rumah toko'/><category term='fauzi shaleh'/><category term='kemiskinan'/><category term='EQ'/><category term='company'/><category term='negosiasi'/><category term='UKM'/><category term='pemerintah'/><category term='bisnis'/><category term='finansial'/><category term='cara memulai bisnis'/><category term='tanah'/><category term='risks'/><category term='developer perumahan'/><category term='dijual lahan tanah'/><category term='dijual'/><category term='toyota'/><category term='Sukses Google'/><category term='murah'/><category term='fitness'/><category term='lahan'/><category term='strategis'/><title type='text'>Forum Wirausahawan Indonesia</title><subtitle type='html'>Forum ini bagi para pengusaha, calon pengusaha, dan siapa saja yang butuh informasi Bisnis di Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-5713942257051354529</id><published>2010-02-22T02:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T02:23:09.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausahawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><title type='text'>'Bangkit setelah terjatuh'</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Salam kedamaian dan kesejahteraan untuk mu Kawan!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah sekian lama absent dari dunia maya ini dikarenakan banyak hal yang sebenarnya tak terlalu penting untuk diceritakan dan tak masuk akal untuk menghambat komunikasi di antara kita. Alasan tetap saja sebuah alasan, konon setiap manusia yang jika ditanyakan alasan kenapa dia tidak dapat berbuat yang semestinya atau kenapa dia begini dan begitu? Niscaya akan ada berantai-rantai alasan yang mengalir dalam jumlah yang sangat banyak bahkan hingga mencapai 40.000 buah alasan untuk memepertahankan diri. Begitulah hasil pemikiran dari seorang cendekia Timur Tengah yang sempat menjadi Khalifah ke-3, Usman Bin Affan R.A. Hebat bukan! Yah, begitulah kita jika terbiasa mengungkapkan alasan pada setiap hal yang terjadi diluar harapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada kisah masa kecil sewaktu masih menjadi siswa di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seorang siswa didapati oleh kepala sekolah SMP tersebut datang terlambat untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, kemudian Bapak kepala sekolah itu meminta sang siswa datang ke ruangannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kenapa kamu terlambat?” tanya Pak kepala sekolah tegas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya datang jam 8 lewat 15 menit Pak!” jawab sang siswa dengan sedikit menunduk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Iya saya tahu itu, kamu harusnya datang paling telat jam 7, saya tanya kenapa kamu terlambat datang ke sekolah?” terdengar pertanyaan kedua sedikit lebih keras dari pertanyaan pertama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Rumah saya jauh Pak! Rumah saya terletak di Desa Sukaharja yang jauh banget Pak!” jelas si siswa itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Apa kamu punya teman satu desa yang sekolah di di sini?” tanya kepala sekolah itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Banyak Pak!” jawab si anak dengan sedikit tersenyum, si anak itu mengira kepala sekolah sudah menerima alasannya karena datang terlambat ke sekolah. Karena dia mendengar suara kepala sekolah tersebut mulai rendah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kalau begitu, apakah teman-teman mu datang terlambat juga?” tanya kepala sekolah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak Pak!” jawab siswa itu pelan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Terus kenapa kamu terlambat?” kepala sekolah bertanya lebih keras suaranya hingga siswa tersebut terkaget dari duduknya yang santai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Anu Pak, hmm… eueueu… Sa…Sa.. Saya sebelum berangkat sekolah diminta Ibu ke warung” muncul alasan-alasan lain dalam pikiran si anak, “setelah pulang dari warung saya disuruh mengantarkan adik ke sekolah SD dulu Pak! Setelah mengantar adik lalu saya pun berangkat untuk sekolah bersama teman-teman, namun setelah di jalan saya baru ingat kalua buku PR saya ketinggalan dan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil buku PR itu dulu di rumah dan teman-teman saya pergi duluan. Saya berlari kok Pak, eh setelah udah samapai lagi di tempat kumpul menunggu angkot, mobil angkotnya lama banget munculnya, setelah mobil angkot dateng saya naik dan eh ternyata itu mobil suka berhenti-berhenti buat &lt;em&gt;ngetem&lt;/em&gt; Pak! Oh iya tadi mobil angkotnya nabrak becak Pak! eh berantem deh tuh supir ma tukang becak di jalan. Setelah berantem si supir tancap gas dan ngebut eh dia malah salah jalan, karena jalannya satu arah dia harus memutar Pak! eh karena angkot lewat jalur yang salah terus ditilang Pak Polisi deh! setelah selesai ditilang lalu jalan lagi angkotnya, terus Pak, pas muter jalan gitu malah tersesat deh tuh angkot. Udah gitu saya diturunin ma supir dan disuruh ganti angkot lain. Saya bingung akhirnya saya nanya orang-orang dipinggir jalan untuk naik angkot apa agar sampai ke sekolah, dan ternyata saya harus dua kali lagi naik angkot Pak! terus pas saya …”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sudah, sudah, stop! pusing saya dengerin ocehan kamu, kamu masih kecil banyak alasan, pungutin sampah di lapangan sana, kamu boleh masuk kelas setelah jam istirahat nanti” kepala sekolah memotong pembicaraan, lalu memberikan kantong pelastik hitam untuk wadah sampah kepada si anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kini pukul 09.00, dengan sedikit menarik nafas dan merasa menyesal membuang waktu hampir satu jam mendengarkan berbagai alasan si anak, akhirnya kepala sekolah itu berjanji dalam hatinya tidak akan mendengarkan lagi alasan-alasan konyol dari setiap siswa sekolahnya. Karena alasan hanyalah sebuah alasan, alasan tidak akan memperbaiki keadaan, tindakan untuk perbaikan lah yang perlu dilakukan. Begitupun dalam dunia bisnis, terkadang kita terjatuh dalam kegagalan, kerugian, atau kebangkrutan dan sebagian besar orang malah menciptakan alasan-alasan mengapa dia pantas gagal, mulai dari alasan ekonomi, alasan usia, alasan pendidikan, alasan cuaca dan berbagai alasan-alasan lainnya yang seakan-akan membenarkan bahwa kelemahan dan ketidak mampuan diri sendiri. Alasan tidak memperbaiki keadaan, analisa dari suatu kejadian lah yang diperlukan, sehingga kita dapat mengambil pelajaran dan memulai lagi dengan lebih baik dibanding sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-5713942257051354529?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/5713942257051354529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=5713942257051354529&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5713942257051354529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5713942257051354529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2010/02/bangkit-setelah-terjatuh.html' title='&apos;Bangkit setelah terjatuh&apos;'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-249702165186600428</id><published>2008-08-10T19:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T22:08:31.467-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecerdasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemiskinan'/><title type='text'>Senyum dan Sukses</title><content type='html'>Tahukah Anda kenapa kesuksesan itu perlu dijemput dan diperjuangkan? Kita harus berjuang untuk meraih apa yang disebut dengan kesuksesan. Sukses dalam arti: Kebahagiaan, Kekayaan, Kekuasaan, Kemuliaan, dan Kesucian. Sukses yang bermakna bagi kehidupan dan meninggalkan kesan yang baik di masyarakat setelah kita tiada. Sukses yang menjadikan kita memiliki rasa kasih sayang dan menularkan virus kasih sayang ke semua orang sehingga keluarga kita diselimuti kasih sayang itu sendiri, jika keluarga bahagia, dan seluruh keluarga negeri ini bahagia niscaya kita menjadi bangsa yang terhormat dan sejahtera. Karena kebahagiaan akan meningkatkan etos kerja dan meningkatkan kinerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etos kerja dan kinerja yang baik akan menghasilkan karya-karya yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Briliant&lt;/span&gt; dan bermanfaat. Bangsa ini membutuhkan karya bukannya hanya bicara, bangsa ini niscaya sudah capek mendengar janji tanpa realisasi, bangsa ini mengharapkan sebuah kesejahteraan bukanya angan-angan. Padahal banyak orang yang pintar di negeri ini, mereka (orang-orang terpelajar) hanya bisa berencana dan mengeluarkan ide untuk suatu karya yang briliant, tanpa hasil yang pantas. Banyak faktor penyebab tak manfaatnya karya anak negeri ini, faktor kuncinya ada ditangan pemerintah. Karena Pemerintah kita kurang begitu support terhadap kemajuan IPTEK dan KEBUDAYAAN di negeri ini. Mengenai pemerintah yang penulis anggap kurang mendukung kemajuan IPTEK dan kebudayaan di negeri ini, Penulis pernah disanggah oleh seorang kawan dari Amerika, kawan saya bilang sebenarnya pemerintah sangat mendukung dan peduli terhadap kemajuan IPTEK dan Kebudayaan Indonesia, hanya saja pemerintah cukup BODOH dan tidak tahu harus melakukan apa. Saya marah ketika kawan saya bilang bahwa  pemerintah kita BODOH, tapi dia malah menimpali kemarahan saya dengan mengatakan lagi "%@#&amp;amp;$*&amp;amp;#&amp;amp;*&amp;amp;$&amp;amp;$$####" (maaf saya sensor, karena kawan saya keterlaluan membuka aib pemerintah kita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;By The Way&lt;/span&gt;, kata guru Biologi saya, Manusia secara lahir tersusun dari beberapa sistem organ tubuh, sistem organ tubuh tersusun dari beberapa organ tubuh, organ tubuh tersusun dari beberapa  jaringan, jaringan tersusun dari beberepa sel, dan Sel sendiri tersusun dari Inti sel dan Plasama. Sel sangat kecil ukurannya. Tapi jangan lupa inti sel masih tersusun dari sistem DNA. Getaran energi kecil dari sel akan menghasilkan tindakan pada akhirnya. Tindakan manusia tentu akan melahirkan nilai dan  kesan baik atau negatif. Seorang insan ber-etos kerja tingi tentu saja kinerjanya pun akan meningkat. Seseorang yang mengerti akan 'nilai sebuah sesuatu' walau kecil, niscaya dia tidak akan meremehkan atau menyepelekan dalam segala sesuatunya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit" &lt;/span&gt;pepatah bangsa kita sangat bijak, maknanya adalah bahwa kita tak baik jika menunda-nunda pekerjaan, atau jika kita rajin menabung walau kecil lama-lama pasti banyak juga uang kita, atau jika kita mencoba untuk menularkan virus senyum dengan cara tersenyum kepada setiap kawan yang kita temui, niscaya senyum itu akan menghiasi dunia ini menyembuhkan setiap kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan akan pergi jika kebahagiaan datang. Dan kebahagiaan dimulai dari senyum kecil yang tulus. Coba bayangkan jika kita bahagia terus kita bekerja, niscaya kita akan menghasilkan karya yang bermanfaat dan briliant. Suasana kerja akan menjadi ceria dan penuh warna, penuh gairah dan menyebarkan aroma semangat yang tinggi. Tidak  ada lagi saling curiga dan 'menikam' teman dalam persaingan kerja. Persaingan sehat dalam meraih prestasi, terjalinnya persaudaraan, dan transfer kebahagiaan antar sesama rekan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kinerja yang terintegrasi akan melahirkan kualitas prestasi yang berarti dan akan dikenang sampai mati&lt;/span&gt;. Senyum akan mengantarkan kepada kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Start Your Day with Smile"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-249702165186600428?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/249702165186600428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=249702165186600428&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/249702165186600428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/249702165186600428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/08/senyum-dan-sukses.html' title='Senyum dan Sukses'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-4820588183224597271</id><published>2008-04-28T19:23:00.000-07:00</published><updated>2008-04-28T19:31:14.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='real estate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis property'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='west java'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karawang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='business property'/><title type='text'>Karawang Cepiar City in West Java Indonesia</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://cepiar.wordpress.com/2007/11/23/karawang-cepiar-city-in-west-java-indonesia/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Karawang Cepiar City in West Java Indonesia"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;    &lt;h4&gt;&lt;a href="http://cepiar.wordpress.com/2007/11/23/karawang-cepiar-city-in-west-java-indonesia/#comments" title="Komentar pada Karawang Cepiar City in West Java Indonesia"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;    &lt;div class="entry"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;Cepiar Property is proud to present a range of unique resorts from the Karawang Cepiar City in West Java Indonesia. Karawang Cepiar City offers you super quality properties, including: apartments, townhouses, cottages, villas, country houses and real estate for sale in privileged locations on three unique and exciting resort developments in the Karawang Cepiar City in West Java. Each resort is special and entirely unique to anything else on the coast of West Java. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;There are something for everyone - beaches, golf, water sports, outdoor living, fitness, relaxation, quality of life and a genuine Indonesian lifestyle with a true warmth of spirit. The unhurried rhythm of daily life, its celebrations, sociability and the region’s emphasis on the outdoors creates an easy, relaxed, atmosphere. With its culture, welcoming locals, sense of well-being, the Karawang Cepiar City’s many lifestyles are easy to embrace. The Karawang Cepiar City has Sun filled days on beaches, exploring the surrounding countryside, playing golf or a variety of other sports - all against a back drop of  Indonesian tradition with lively fiestas, vibrant bars and fine restaurants and colorful local markets. The sheer beauty of the dramatic and rugged countryside, the golden light and the contrasting deep azure night sky create a sensation of timelessness and space. Variety is the essence of the Karawang Cepiar City region and whatever your needs and interests, you will find plenty to enjoy.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;For more details on the luxury resorts of the Karawang Cepiar City, please contact Property Partners Head Office on +62 21 98844249 cepiar.car@Gmail.com&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-4820588183224597271?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/4820588183224597271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=4820588183224597271&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/4820588183224597271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/4820588183224597271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/04/karawang-cepiar-city-in-west-java.html' title='Karawang Cepiar City in West Java Indonesia'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-4539436233828731586</id><published>2008-04-28T19:21:00.000-07:00</published><updated>2008-04-28T19:23:00.523-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dijual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perumahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karawang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karawang barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis property'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='murah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah toko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah kantor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dijual lahan tanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='properti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lahan'/><title type='text'>Bisnis Property (Dijual Lahan Tanah 01)</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;!--   @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }   P { margin-bottom: 0.08in }  --&gt;Lahan Tanah Luas 1-5 Ha&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Harga Rp 400.000 / meter pesergi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lokasi &lt;strong&gt;Telukjambe, Karawang Barat (dekat Gerbang Tol Karawang Barat)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cocok untuk Perumahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Investasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah Tinggal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah Kantor&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lahan tanah ini dapat dikavling&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hubungi: 021 98844249   a.n. Abdurrohman&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-4539436233828731586?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/4539436233828731586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=4539436233828731586&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/4539436233828731586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/4539436233828731586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/04/bisnis-property-dijual-lahan-tanah-01.html' title='Bisnis Property (Dijual Lahan Tanah 01)'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-7773398344671398736</id><published>2008-04-28T19:08:00.000-07:00</published><updated>2008-04-28T19:11:18.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='negosiasi bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='negosiasi'/><title type='text'>Lima Jurus Jitu Negosiasi Bisnis</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;1. Pisahkan pokok masalah yang dinegosiasikan dengan lawan. Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedang berjalan. Tak heran perusahaan-perusaha an besar biasanya mempunyai tim negosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian berlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah terjadi konflik pribadi dengan proses negosiasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi. Apa hasil akhir yang kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah, apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau menang sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Berikan alternatif win-win solution pada lawan. Selalu fleksibel selama negosiasi agar terhindar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa solusi alternatif yang diprediksi bisa menciptakan kondisi saling menguntungkan bagi lawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele. Hindari faktor-faktor yang bisa melelahkan lawan seperti proses negosiasi yang terlalu lama, tempat negosiasi yang tidak kondusif, dll. Karena faktor-faktor tersebut cenderung membuat lawan jadi emosional dan berbalik menekan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Riset, riset dan riset. Hal terpenting dalam negosiasi sering&lt;br /&gt;berkaitan dengan etika dan budaya. Negosiator ulung selalu melakukan riset untuk mengetahui karakter lawannya. Apa latar belakangnya, kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf, kapal pesiar atau restoran.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-7773398344671398736?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/7773398344671398736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=7773398344671398736&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/7773398344671398736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/7773398344671398736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/04/lima-jurus-jitu-negosiasi-bisnis.html' title='Lima Jurus Jitu Negosiasi Bisnis'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-4224832646232349346</id><published>2008-03-12T14:20:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T14:23:23.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausahawan'/><title type='text'>Kisah Sukses Pengusaha Sukses</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Sigit Wibowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta—Siapa yang membayangkan orang yang dulunya bekerja di bagian produksi pabrik Toyota Astra Motor (TAM) bisa mengubah nasibnya menjadi rekanan yang memasok komponen pada perusahaan otomotif terbesar di Indonesia tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada, tidak tidak terlalu banyak. Dan salah satunya adalah Nur Dahyar. Nur—demikian ia biasa dipanggil-membuka usaha pallet setelah “mencuri” ilmu di TAM selama 9 tahun. Saat ini pallet buatan perusahaannya tidak saja digunakan memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga diekspor ke luar negeri. “Sejak awal saya memang mempunyai rencana menjadi pengusaha,” ujarnya.&lt;br /&gt;Pada saat bekerja di Toyota tahun 1978 ia hanya berbekal ijazah SLTP. Namun keinginannya menjadi seorang pengusaha tidak pernah mati, sembari bekerja di Toyota pada malam harinya ia bersekolah SMA hingga lulus Akademi D3 komputer. Ketika bekerja di Toyota, ia pun bertekat menguasai semua bidang sehingga ia minta kepada atasannya supaya di-rolling dari satu bidang ke bidang lain.&lt;br /&gt;Maka sejumlah bidang di industri otomotif ini sudah ia jalani. Mulai dari bidang pengelasan, press, pengepakan, pergudangan dan lainnya. Setelah ia memperoleh cukup ilmu akhirnya ia keluar untuk mendirikan perusahaan kecil-kecilan.&lt;br /&gt;Secara kebetulan ketika di Toyota ia kenal dengan Setiadi, seorang teknisi mesin yang bekerja di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Hubungan pertemanan ini berlanjut menjadi hubungan bisnis. Nur Dahyar lalu mendirikan perusahaan yang diberi nama PT Nuansa Raya Dinamika (NRD) tahun 1997.&lt;br /&gt;Modal awal pengembangan usaha NRD berasal dari pinjaman BNI sebesar Rp 50 juta. Pertama kali memperoleh order dari Pelindo lewat jasa temannya tersebut. Proyek yang ditanganinya adalah pembuatan 9 pemancar lampu (tower) senilai Rp 135 juta yang dilaksanakan dalam beberapa periode.&lt;br /&gt;“Pada bulan pertama NRD menyelesaikan order sebesar Rp 15 juta tetapi biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 25 juta,” ujarnya. Hal ini wajar mengingat NRD harus menginvestasikan mesin dan peralatan lain. Setelah memiliki prospek yang baik koleganya tersebut mengajukan pensiun dini agar bisa fokus dalam mengembangkan perusahaan tersebut. Pada mulanya 100 persen saham dimiliki Nur Dahyar tetapi setelah Setiadi bergabung komposisi kepemilikan saham fity-fifty.&lt;br /&gt;“Kami membina hubungan berdasarkan prinsip saling percaya, walaupun sering kali beda pendapat tetapi sampai sekarang masih bisa bertahan,” kata Setiadi. Jika Dahyar lebih menguasai proses produksi maka Setiadi menangani yang berkaitan masalah keuangan. Pembagian tugas yang jelas menyebabkan masing-masing orang tahu apa yang harus dilakukan dan bidang apa yang harus dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke Besi/baja&lt;br /&gt;Semula NRD memproduksi pallet yang terbuat dari kayu tetapi mulai tahun 2001 beralih dengan bahan baku dari besi/baja. Sejak tahun 2002 pallet buatan NRD semua berasal dai besi/baja. Hal ini disebabkan negara seperti Malaysia dan Australia sudah tidak mau menerima pallet yang terbuat dari kayu karena menciptakan masalah lingkungan.&lt;br /&gt;Saat ini produk yang dihasilkan NRD tidak saja pallet baja tetapi juga peralatan konstruksi baja dan mesin-mesin sederhana. NRD telah berkembang menjadi tiga pabrik kecil yang menempati wilayah seluas 2560 meter persegi di daerah Semper. 55 persen produksi NRD untuk memasok kebutuhan Toyota sedangkan 45 persen kepada pelanggan lain. Tercatat beberapa perusahaan seperti PT Maersk Line, SCI, American Line, Mulia Keramik mengguanakan produk NRD.&lt;br /&gt;Saat ini beberapa bank telah menyalurkan kredit pada UKM ini yakni Bank Niaga, Bank Permata dan Citibank. “Sekarang kredit yang bisa dikucurkan bisa mencapai Rp 1 miliar per bulan seiring dengan perkembangan perusahaan,” kata Setiadi. Ia merasa bersyukur karena omzet perusahaan yang semula hanya dibawah Rp 100 juta sekarang sudah mencapai Rp 14 miliar.&lt;br /&gt;Setiadi memperkirakan omset perusahaan di akhir tahun bisa mencapai Rp 20 miliar. Meskipun masih mengandalkan produksi pallet baja tetapi produk-produk lain non-pallet akan ditingkatkan. Pada 2005-2007, NRD ingin masuk pada pengembangan produk komponen mesin. Rencananya 2007-2010 investasi peralatan dan mesin-mesin sudah bisa dilakukan dan akhir tahun 2010 sudah bisa berproduksi.&lt;br /&gt;Khusus bahan baku perusahaannya dipasok oleh PT Krakatau Steel melalui 5 distributor dan pipa dari perusahaan Bakrie. Sejauh ini pasokan lancar sehingga produksi tidak terganggu. Namun penguatan dolar terhadap rupiah akhir-akhir ini menyebabkan kekhawatiran karena dampaknya sangat buruk bagi usahanya.&lt;br /&gt;Sementara untuk jumlah karyawan terus meningkat dari tahun 1997 yang hanya Nur Dahyar dengan anggota keluarga saja. Tahun 1998 berjumlah 7 orang sekarang sudah berkembang menjadi 122 orang. Kebanyakan atau sekitar 78 orang merupakan lulusan smu, 3 dari akedemi, 6 orang univeritas dan sisanya pendidikan SD dan SMP.&lt;br /&gt;Jepang ingin masuk&lt;br /&gt;Setelah melihat prospek bisnis yang baik maka ancaman terbesar yang dihadapi perusahaan adalah rencana perusahaan Jepang melakukan investasi di sektor ini. Hal inilah yang dikhawatirkan karena bisa mengancam eksistensi NRD. Namun kebijakan Toyota yang tetap ingin mempertahankan partner lokal menyebabkan mereka belum bisa masuk.&lt;br /&gt;Tetapi indikasi perusahaan Jepang ingin masuk ke sektor ini sudah ada. “Kami meminta pemerintah memperhatikan ini sebab secara modal dan teknologi mereka pasti tidak kalah,” kata Dahyar.&lt;br /&gt;Sebelumnya tahun 2004 NRD juga terancam setelah produk-produk bajakan dengan harga murah dari Cina diselundupkan melalui berbagai pelabuhan. “Modusnya mereka bekerja sama dengan beberapa orang aparat bea cukai untuk meloloskannya,” ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-4224832646232349346?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/4224832646232349346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=4224832646232349346&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/4224832646232349346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/4224832646232349346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/03/kisah-sukses-pengusaha-sukses.html' title='Kisah Sukses Pengusaha Sukses'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-5859769159969144806</id><published>2008-03-12T14:14:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T14:16:47.362-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peminjaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPR. bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhammad yunus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Grameen Bank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemiskinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hugo cavez'/><title type='text'>Grameen Bank, Kisah Sukses M.Yunus</title><content type='html'>“Beri tepuk tangan untuk kawan kita, teladan perjuangan melawan kemiskinan.” &lt;br /&gt;Hugo Cavez, Presiden Venezuela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya berekspansi, kami pantau kemajuan para peminjam melalui siklus pinjaman berturutan. Kebanyakan, besaran pinjaman mereka meingkat sejalan pertumbuhan bisnis dan meningkatnya kepercayaan dirinya. Beberapa peminjam yang paling dinamis menggunakan laba yang didapatnya untuk membangun rumah baru atau memperbaiki rumahnya sekarang. Tiap kali saya mengunjungi sebuah desa dan melihat sebuah rumah dibangun dari laba usaha yang dibiayai Grameen, saya merasa tergetar, meski saya masih menyesal karena ada banyak peminjam lainnya yang tidak mampu melakukan investasi besar macam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1984, saya lihat iklan Bank Sentral bangladesh yang mengumumkan rencana pembiayaan baru untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) di wilayah pedesaan. Menanggapi iklan itu, Grameen Bank mengajukan ke Bank Sentral permohonan bantuan untuk mengenalkan program KPR ke peminjam. Kami jelaskan bahwa kami dibatasi oleh kondisi para peminjam kami yang sangat sederhana, yang tidak bisa membayar uang sebesar yang disebutkan dalam iklan Bank Sentral. Para peminjam kami tidak bisa meminjam 75.000 taka (sekitar AS$2.000), tetapi kami sungguh ingin meminjamkan KPR sejumlah 5.000 taka (AS$125) untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan kami ditolak. Para staf ahli dan konsultan Bank Sentral memutuskan bahwa apapun yang dibangun dengan harga AS$125 tidak akan memenuhi pengertian struktural sebuah rumah. Secara spesifik mereka nyatakan bahwa rumah macam itu tidak sesuai dengan “jenis rumah di negeri ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya protes. “Siapa peduli dengan ‘jenis rumah di negeri ini’?” ujar saya. “Yang kami inginkan adalah atap yang tidak bocor dan ruang kering yang bisa dihuni oleh para anggota kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berusaha agar konsultan-konsultan Bank Sentral bisa melihat sendiri dampak besar kredit rumah yang sangat kecil ini terhadap kondisi para peminjam kami saat ini. Tetapi semua argumentasi kami kandas. Mereka tidak akan mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami munculkan gagasan lain. Kami mengirimkan permohonan kedua yang menjelaskan bahwa kami tidak lagi menginginkan memberikan kredit perumahan, melainkan ‘kredit tempat tinggal’. Kami harap mereka tidak memiliki definisi atau statistik tentang ‘jenis tempat tinggal’ yang bisa mendiskualifikasi kami. Meski konsultan penanggungjawab proyek tidak memperlihatkan penolakan terhadap ide soal kredit tempat tinggal ini, ekonom dalam kelompok mereka berpendapat bahwa peminjam kami tidak akan mampu membayar pinjaman yang bukan untuk menghasilkan pendapatan. Grameen bisa berjalan karena pinjaman yang diberikannya ditujukan untuk menghasilkan pendapatan, atau yang mereka sebut ‘kegiatan produktif’, tetapi kredit tempat tinggal merupakan ‘kegiatan konsumsi’. Para peminjam kami tidak akan sanggup membayar kembali utangnya dari pinjaman yang tidak menghasilkan pendapatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun kembali ke meja rapat. Kali ini kami katakan bahwa kami ingin menawarkan ‘kredit untuk pabrik’ pada para peminjam. Kami jelaskan bahwa mayoritas peminjam adalah perempuan dan mereka ini bekerja di rumahnya. “Peminjam kami memperoleh pendapatan dari pekerjaaan yang dilakukan sambil mengasuh anak,” jelas saya. “Kegiatan macam ini kebanyakan dilakukan di rumah mereka sendiri. Karena merupakan tempat bekerja, kami menyebut rumah mereka sebagai pabrik. Nah, musim hujan merundung mereka selama lima bulan dalam setahun. Selama itu, mereka tidak bisa bekerja karena tidak memiliki atap yang kokoh di atas kepalanya. Agar pekerjaan menghasilkan pendapatan itu terus berlanjut, mereka butuh perlindungan dari hujan. Itu sebabnya kami ingin menawari pinjaman untuk pabrik pada mereka. Tentunya, ‘pabrik’ ini akan berfungsi ganda sebagai rumah juga, tetapi yang lebih penting adalah dampak langsungnya pada kemampuan mereka menghasilkan pendapatan karena mereka bisa bekerja lebih nyaman sepanjang tahun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultan menolak permohonan kami untuk ketiga kalinya. Saya atur pertemuan pribadi dengan gubernur Bank Sentral guna memintanya mengatasi birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda yakin kaum miskin akan membayarnya kembali?” tanya gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, mereka akan bayar. Pasti. Tidak seperti orang kaya, orang miskin tidak akan mengambil resiko dengan tidak membayar. Ini satu-satunya peluang yang mereka punya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Bank Sentral memandangi saya. “Maaf kalau staf kami menyulitkan Anda,” katanya. “Sebagai ujicoba, saya perkenankan Grameen melaksanakan program KPR. Semoga berhasil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kini (tahun 1997), kami telah menyalurkan KPR sejumlah AS$190 juta untuk membangun lebih dari 560.000 rumah dengan cicilan per minggu yang tingkat pengembaliannya hampir 100%. Program KPR yang diselenggarakan bank komersial konvensional tidak bisa membanggakan keberhasilan macam itu. Para peminjam mereka hanya sedikit yang membayar kembali kreditnya dan programnya dihentikan setelah tiga tahun berjalan. Program KPR kami berlanjut dan makin meluas sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan kami juga semakin dikukuhkan ketika program perumahan Grameen dipilih sebagai penerima penghargaan internasional arsitektur Aga Khan Award tahun 1989 oleh dewan juri yang terdiri dari arsitek-arsitek top dunia. Saat upacara penganugerahan di Kairo, arsitek-arsitek ternama ini selalu menanyai saya siapa arsitek yang merancang rumah prototipe kami, rumah sederhana seharga AS$300 (sejak 1989 besaran KPR kami tumbuh menjadi AS$300). Saya jawab tidak ada arsitek profesional yang pernah merancang rumah yang dibangun peminjam kami. Para peminjamlah yang merancang sendiri rumahnya – sebagaimana mereka merancang sendiri nasibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ dikutip dari buku : Bank Kaum Miskin, karya Professor Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank. Edisi Indonesia diterbitkan oleh penerbit Marjin Kiri. Buku ini sangat inspriratif, saya sangat rekomendasikan untuk koleksi Anda. Alih bahasa oleh Irfan Nasution sangat bagus, sehingga enak dibaca. Saya sendiri beli di Toko Gunung Agung, di Bandung Indah Plaza, Bandung. Kalau Anda ingin tahu bagaimana berbagai kecerdasan SEPIA muncul dalam diri seseorang, contoh nyatanya ada dalam diri Professor Yunus ini – bagaimana dia memberi dasar motivasi spiritual yang kuat untuk menolong orang miskin (kecerdasan spiritual), aspirasi yang jelas misalnya dalam menggagas Grameen Bank (kecerdasan aspirasi), ide-idenya ketika merumuskan metode kredit mikro misalnya dengan pengembalian mingguan, sistem 5 kelompok, dll (kecerdasan intelektual), keuletannya dalam berusaha (kecerdasan emosi), dan kelihaian beliau dalam lobi-lobi tingkat tinggi (kecerdasan power). Professor Yunus mendapatkan Nobel Perdamaian 2006 atas jasanya yang besar dalam mengentaskan kemiskinan selama 30 tahun di berbagai negara, mengungguli banyak kandidat lain termasuk Susilo Bambang Yudhoyono dari Indonesia. Saya kira memang pantas beliau Professor Yunus yang mendapatkan Nobel Perdamaian.]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-5859769159969144806?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/5859769159969144806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=5859769159969144806&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5859769159969144806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5859769159969144806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/03/grameen-bank-kisah-sukses-myunus.html' title='Grameen Bank, Kisah Sukses M.Yunus'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-7672150182995339610</id><published>2008-03-12T14:12:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T14:13:34.313-07:00</updated><title type='text'>Tips Menjadi Kaya Raya</title><content type='html'>Menjadi investor? Bukankah cita-cita yang umum adalah menjadi dokter, menjadi pilot, menjadi insinyur, atau menjadi artis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah cita-citanya orang yang tidak kaya (atau yang orang tuanya tidak punya ilmu menjadi kaya). Ini tidak bermaksud menghina, ini hanya sekedar menunjukkan perbedaan orang yang kaya dengan yang tidak kaya (kelas menengah atau miskin) dalam mendidik anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didikan orang tua (yang tahu caranya) kaya adalah : jadilah investor, baru kemudian apa pun profesi yang kamu inginkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jeda yang sangat lama, saya kembali membuka buku Kiyosaki berjudul Guide to Investing. Ini satu di antara 3 buku Kiyosaki yang menjadi favorit saya. Buku yang lain adalah Retire Young Retire Rich, dan Cashflow Quadrant. Ya, Anda benar, saya menjadikan Kiyosaki sebagai salah satu guru saya. Virtual tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Guide to Investing ini cukup padat isinya dan saya tidak bermaksud menulis ulang isi buku ini (silahkan baca sendiri). Satu hal yang menarik untuk dikaji adalah esensi dari semua kegiatan yang Anda lakukan untuk menjadi kaya adalah ‘muara akhirnya’ yaitu : menjadi investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh menjadi seorang karyawan (E:employee), sebagai seorang pekerja mandiri (S : self employee), atau menjadi bisnisman (B : businesss owner). Anda bebas memilih menjadi apa pun, atau sebaliknya tidak menjadi satu pun dari karyawan, pekerja mandiri, atau bisnisman itu. Namun Anda wajib menjadi investor (I : investor). Inilah satu-satunya jalan menjadi kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena kita dilahirkan dengan kondisi berbeda-beda, maka tidak semua orang langsung bisa terjun total sebagai investor. Kita perlu belajar dulu, perlu pengalaman dulu, dan perlu modal dulu. Itulah kenapa kita semua memerlukan profesi E, S, B, sebagai jembatan menuju profesi ultima yaitu sebagai I (investor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu kita perlu segera terjun ke pasar saham dong? Atau ikut MLM (kata orang MLM)? Atau jual beli rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama adalah mengenal apa itu investasi. Dan jauh dari yang dibayangkan kebanyakan orang, investasi itu bukan main saham, bukan jual beli rumah, bukan juga rame-rame ikut MLM. Itu semua cuma disebut ‘kendaraan investasi’. Investasi menurut Rich Dad nya Kiyosaki adalah : sebuah rencana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor Lesson #4 : Investing is a plan, not a product or procedure. Investing is a very personal plan. (Guide to Investing. Kiyosaki) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kutipkan percakapan Kiyosaki dengan ‘ayah kaya’ nya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu pelajaran saya (Kiyosaki - red.) mengenai investasi, ia (ayah kaya - red.) bertanya, “Tahukan kamu mengapa ada begitu banyak tipe mobil dan truk yang berlainan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memikirkan pertanyaan itu sebentar, lalu menjawab, “Aku rasa karena ada begitu banyak tipe orang yang berlainan dan mereka mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang berbeda. Seorang lajang mungkin tidak membutuhkan station wagon besar berkursi sembilan, tapi suatu keluarga dengan lima anak mungkin membutuhkan itu. Dan seorang petani akan memilih truk pickup daripada mobil sport dua kursi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tepat,” sahut ayah kaya. “Dan itu sebabnya produk-produk investasi sering disebut ‘kendaraan investasi’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa istilahnya ‘kendaraan’?” tanya saya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab tugas semua kendaraan adalah membawamu dari titik A ke titik B!” jawab ayah kaya. “Suatu kendaraan investasi hanya membawamu dari titik finansial sekarang ke titik finansial yang kamu inginkan, entah kapan di masa mendatang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan itu sebabnya investasi itu adalah rencana,” sahut saya sambil mengangguk pelan. Saya mulai paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Investasi itu seperti merencanakan suatu perjalanan, misalnya dari Hawaii ke New York. Jelas, kamu tahu bahwa untuk awal perjalananmu sepeda atau mobil tidak akan memadai. Kamu perlu kapal laut atau pesawat terbang untuk menyeberangi laut,” kata ayah kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sekali saya mendarat, saya bisa berjalan, mengendarai sepeda, atau bermobil, naik kereta api, bus, atau terbang ke New York,” tambah saya. “Semuanya kendaraan yang berbeda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya mengangguk. “Dan yang satu tidak lantas berarti lebih baik dari yang lain. Jika kamu punya banyak waktu dan betul-betul ingin melihat negeri ini, maka berjalan kaki atau naik sepeda akan menjadi yang terbaik. Tetapi jika kamu perlu berada di New York besok, jelas bahwa terbang adalah satu-satunya pilihan terbaik bagimu jika kamu ingin tiba tepat waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi banyak orang mengarahkan fokus pada suatu produk, misalnya saham, dan kemudian suatu prosedur, misalnya trading (jual-beli), tetapi sebetulnya mereka tidak mempunyai rencana. Itukan yang hendak Bapak katakan?” tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya mengangguk. “Kebanyakan orang berusaha meraup uang dengan apa yang mereka anggap investasi. tetapi trading bukanlah investasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau bukan investasi, lalu apa?” tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trading adalah trading,” sahut ayah kaya. “Dan trading adalah suatu prosedur atau teknik. Orang yang memperdagangkan saham tidak berbeda dengan orang yang beli rumah, memperbaikinya, lalu menjualnya kembali dengan keuntungan lebih tinggi. Satu orang dagang saham, orang lain dagang rumah. Itu tetap trading. Dan trading adalah suatu profesi. Tetapi trading bukanlah apa yang aku sebut investasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bagi Bapak, investasi adalah suatu rencana, rencana untuk membawa Bapak dari posisi sekarang ini ke posisi yang Bapak inginkan,” sahut saya sambil berusaha keras memahami batasan-batasan ayah kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya mengangguk dan berkata, “Aku tahu ini agak dipaksakan dan terasa detil. Aku ingin melakukan yang terbaik untuk mengurangi kebingungan di seputar subyek investasi. Setiap hari aku bertemu dengan orang-orang yang mengira mereka sedang berinvestasi, padahal secara finansial mereka tidak beranjak kemana-mana. Mereka ibarat mendorong sebuah gerobak berputar-putar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Ketika membaca buku Guide to Investing saya sebenarnya tidak paham tentang ‘investasi adalah rencana’. Saya baru paham setelah membaca buku Retire Young Retire Rich yang menjelaskan konsep Wealth Ratio (WR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi adalah sebuah rencana maksudnya begini: dengan rencana tersebut Anda menggunakan berbagai kendaraan investasi untuk bisa berpindah dari miskin (WR=0) menjadi bebas finansial (WR=1) dan terus berkembang menjadi berkelimpahan (WR&gt;1). Tentunya Anda masih ingat tentang konsep WR ini di tulisan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apapun yang sekarang sedang Anda kerjakan di kantor atau bisnis, Anda ‘tidak akan pernah menjadi kaya’ kecuali Anda mulai membuat rencana, kemudian berlatih menggunakan kendaraan investasi, dan selanjutnya menggunakan ilmu dan uang yang Anda peroleh itu untuk diubah menjadi sumber pasif income hingga WR&gt;1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ngomong-ngomong, bolehkan saya tidak memilih jadi investor? Ya boleh saja. Paling-paling Anda gagal jadi kaya (yang berarti terus menjadi budak masalah finansial). Kan menjadi kaya juga sebuah pilihan….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-7672150182995339610?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/7672150182995339610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=7672150182995339610&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/7672150182995339610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/7672150182995339610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/03/tips-menjadi-kaya-raya.html' title='Tips Menjadi Kaya Raya'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-8344124025127707496</id><published>2008-03-12T14:09:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T14:12:00.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kejujuran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecerdasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UKM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengusaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seminar bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketabahan'/><title type='text'>Kecerdasan Spiritual Pengusaha</title><content type='html'>“Masyarakat bawah, pengusaha UKM, itu sebenarnya secara spiritual sudah bagus. Spiritual dalam arti yang luas ya, seperti kejujuran mereka, ketabahan, dan sebagainya. Justru yang saya lihat kurang adalah apa yang disampaikan model SEPIA itu, yaitu kecerdasan Power dan kecerdasan Aspirasi. Mereka itu tidak punya jaringan dan tidak punya visi…,” kata Pak Agus Syarief. Artinya, kalau hanya sisi spiritual (SQ) yang dibangun, juga emosional (EQ) dan intelektual (IQ), belum akan menjawab permasalahan. Karena pada dasarnya teman-teman UKM (Usaha kecil dan Menengah) itu sudah memiliki ketrampilan, semangat, dan kejujuran. Yang paling kurang dari mereka adalah strategi dan aspirasi (visi) mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sedang duduk bersama makan siang, setelah sebelumnya selesai menyelenggarakan seminar SEPIA untuk para mahasiswa dan guru (yang hadir hampir 200 orang, yang jelas aulanya penuh). Malam sebelumnya kami selenggarakan seminar Financial Happiness untuk undangan terbatas (yang hadir sekitar 20 orang). Ini sudah prestasi, mengingat undangannya hanya model ‘gerilya’. Pak Agus itu tipe orang yang ‘walk the talk’, melakukan apa yang dia ucapkan. Walau hanya kenal melalui internet, beliau bilang melihat suatu hal unik pada SEPIA ini yang bisa diterapkan untuk pemberdayaan masyarakat. Memang sembari menjadi dosen ekonomi di Universitas Jambi, aktifitas beliau yang riil adalah membina para pengusaha UKM di wilayah Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itulah kenapa SEPIA ini menurut saya cocok sekali untuk disosialisasikan,” ujar Pak Agus lebih lanjut, “karena ada kecerdasan Power dan Aspirasi itu.” (Oo… begitu, batin saya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan saya mengingatkan lagi kepada Pak Khairul, tahun 2010 itu sudah dekat loh, kan visi Pak Khairul di tahun itu SEPIA ini bisa menjadi model yang tersebar di seluruh Indonesia…,” ujarnya lagi. (Wah, Pak Agus ini lebih serius daripada saya ternyata, batin saya lagi.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beliau bercerita bahwa mengundang saya ke Jambi bukan tanpa cobaan. Berat, katanya. Ada saja yang skeptis bahkan berprasangka yang kurang baik dengan kegiatan kami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan sempat dikatakan buku ini‘aliran sesat’. Kalau memang SQ, mana ayat-ayatnya? Saya jawab, memang ayatnya tidak ditulis, tapi keseluruhan buku itu sudah menggambarkan hal itu. Lihat saja bagian terakhir halaman penutup. Ada ayatnya di situ,” cerita beliau. “Yah, kita melakukan apa pun pasti ada saja yang mengkritik,” ujarnya. Kami tertawa bersama. (seringkali memang orang terjebak mengidentikkan SQ dengan agama, bukannya perilaku orang yang beragama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah sering membawakan SEPIA di luar Jawa. Namun kegiatan kali ini menjadi istimewa karena perkenalan kami betul-betul hanya melalui internet! (Biasanya kegiatan luar kota lainnya dimulai dari kenal lewat buku atau kegiatan lain.) Walaupun ini adalah kejadian ke dua setelah sebelumnya rekan-rekan dari PT Inti Optotama Jakarta juga mengundang hanya dengan kenal lewat internet, namun waktu itu SEPIA dibawakan khusus bagian SQ (kecerdasan spiritual) saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pikiran saya melayang mengingat kembali cita-cita sebuah perusahaan dengan 10 ribu karyawan. Bukankah perusahaan itu tidak perlu berwujud pabrik besar dengan 10 ribu karyawan? Bukankah bisa saja berwujud 1000 kantor kecil di 1000 kota dengan 10 karyawan, atau bisa juga 2000 kantor kecil dengan 5 karyawan? Tujuan usaha itu juga bukan untuk mencetak laba yang besar, cukup bisa ‘sustain’ saja sudah hebat (itu artinya ada 10 ribu keluarga bisa mendapat nafkah). Potensinya banyak, misalnya Bimbingan Belajar metode SEPIA, Career Day untuk SMA metode SEPIA (biasanya untuk menghadapi SPMB), penerimaan mahasiswa baru dan wisuda di universitas (untuk pembekalan kiat kuliah dan kiat bekerja), konsultasi keuangan keluarga metode SEPIA (mengatasi masalah kesejahteraan finansial), jualan poster-poster 5 kecerdasan SEPIA, pemberdayaan UKM metode SEPIA (terutama asesmen titik lemah perusahaan), buku kumpulan pengalaman inspiratif ‘Chicken Soup for Soul’ gaya SEPIA (sarana berbagi pengalaman), peningkatan mutu SDM perusahaan metode SEPIA (terutama meningkatkan PQ dan AQ, dua hal yang sering luput), program persiapan pensiun metode SEPIA (biar pesangon tidak menguap karena salah investasi), dll. Kekuatan metode SEPIA sesungguhnya ada pada pendekatan sinergi komprehensif dari 5 kecerdasan, dan tidak mengunggulkan sebagian kecerdasan atas kecerdasan yang lain (sekarang kan trend-nya sedang mengunggulkan SQ tuh! Padahal dalam realita hidup, menjadi baik dan shaleh saja sangat jauh dari cukup untuk meraih sukses.). Semua visi itu bisa terwujud melalui kerjasama dengan ribuan lembaga seperti Lembaga Manajemen Terapan (LMT) ‘Success’ yang dipimpin Pak Agus di Jambi. Kerjasama dengan LMT Success ini bisa menjadi model awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dari 10 karyawan itu mimpi saya ada 1 orang cacat yang dilibatkan. Kalau dia cacat kaki, bukankah masih bisa mengerjakan tugas di komputer seperti mendesain brosur misalnya? Kalau dia tuna rungu, bisa mengerjakan sesuatu yang memerlukan ketekunan. Mereka yang cacat itu terbatas sekali kesempatan kerjanya,” demikian saya ungkapkan kepada Pak Agus, setengah meminta persetujuan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mimpi, katanya harus ditulis. Ketika mimpi itu ditulis, ia bisa menginspirasi diri sendiri, bahkan juga orang lain. Dan ketika sebuah mimpi telah menginspirasi, ia berpotensi mewujud, seringkali hampir dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“If you can dream it, you can do it. Always remember that this whole thing was started with a dream and a mouse.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-8344124025127707496?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/8344124025127707496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=8344124025127707496&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/8344124025127707496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/8344124025127707496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/03/kecerdasan-spiritual-pengusaha.html' title='Kecerdasan Spiritual Pengusaha'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-3419593303630932960</id><published>2008-01-16T02:43:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T02:47:05.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengusaha sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fauzi shaleh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesona khayangan depok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='developer perumahan'/><title type='text'>Developer Pesona Khayangan Depok</title><content type='html'>Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.&lt;br /&gt;Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.&lt;br /&gt;Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.&lt;br /&gt;Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada di atas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.&lt;br /&gt;Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya.&lt;br /&gt;Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu.&lt;br /&gt;“Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.&lt;br /&gt;Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman, sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.&lt;br /&gt;Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil.&lt;br /&gt;Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah, membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2.&lt;br /&gt;Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.&lt;br /&gt;Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketika beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan.&lt;br /&gt;Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi&gt; seperti ini.&lt;br /&gt;“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi.&lt;br /&gt;“Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalaukita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata Fauzi.&lt;br /&gt;Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;“Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.&lt;br /&gt;Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.&lt;br /&gt;“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi.&lt;br /&gt;” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-3419593303630932960?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/3419593303630932960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=3419593303630932960&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/3419593303630932960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/3419593303630932960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/01/developer-pesona-khayangan-depok.html' title='Developer Pesona Khayangan Depok'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-1675297384916663734</id><published>2008-01-16T02:39:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T02:42:52.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Darwin E.Smith'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CEO Kimberly-Clark'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perusahaan kertas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><title type='text'>Kisah Sukses CEO Yang Eksentrik</title><content type='html'>Untuk menjadi pemimpin hebat, zuhud adalah prasyarat utama. Inilah kisah sukses CEO yang tak begitu dikenal, tapi ternyata berprestasi lebih hebat ketimbang Jack Welch dan eksekutif selebriti lain.&lt;br /&gt;Suatu siang pada 1971, Darwin E. Smith terpilih menjadi CEO Kimberly-Clark, perusahaan kertas tua, yang selama 20 tahun terakhir nilai sahamnya anjlok 36% dibanding pasar secara umum. Smith yang pengacara di Kimberly-Clark itu tak yakin ia pilihan tepat. Apalagi, seusai pemilihan, seorang direktur menghampiri dan mengingatkan bahwa ia sebenarnya tidak memenuhi beberapa prasyarat untuk jabatan eksekutif puncak tersebut.&lt;br /&gt;Tetapi, sejarah mencatat, Smith bukan hanya mampu bertahan sebagai CEO selama 20 tahun. Lebih dari itu, dalam dua dasawarsa kepemimpinannya, lelaki santun tersebut berhasil mengibarkan Kimberly-Clark jadi perusahaan produk konsumer berbasis kertas yang memberikan return saham kumulatif 4,1 kali lipat rata-rata pasar  mengalahkan baik pesaing lama (Scott Paper) maupun baru (Procter &amp;amp; Gamble), bahkan lebih tinggi tinggi ketimbang kampiun industri seperti Coca-Cola, Hewlett-Packard, 3M, dan General Electric.&lt;br /&gt;Kinerja yang mengesankan, tulis Jim Collins dalam bukunya yang laris, Good to Great. Salah satu contoh terbaik dari sukses membawa perusahaan yang bagus menjadi perusahaan yang hebat, pada abad ke-20.Kendati demikian, tak banyak orang  bahkan dari kalangan pemerhati sejarah manajemen dan korporasi  yang tahu siapa itu Darwin Smith. Musababnya? Mungkin karena Smith sendiri lebih suka tetap tak dikenal. Ia lebih suka bergaul dengan penebang kayu dan menghabiskan liburannya dengan berkeliling naik traktor di tanah pertaniannya Wisconsin ketimbang melobi kalangan pers. Tak heran kalau namanya tak pernah berkibar sebagai selebriti, apalagi pahlawan.&lt;br /&gt;Ketika seorang wartawan bertanya tentang gaya manajemennya, Smith yang berpenampilan sederhana dengan jas usang dari J.C. Penney  department store kelas menengah bawah  cuma menatap bingung dari balik kaca matanya yang tebal. Setelah terdiam beberapa lama, baru dari mulutnya keluar jawaban singkat: Eksentrik.Smith memang sangat pemalu dan rendah hati. Tetapi, bukan berarti ia lembek. Lahir dari keluarga petani miskin, siang hari Smith muda harus bekerja di International Harvester agar bisa kuliah malam di Indiana University. Suatu hari terpotong. Dan, ceritanya, ia tetap masuk kuliah malam harinya, lalu masuk kerja lagi keesokan harinya. Hebatnya lagi, walau kuliah sambil kerja full time, Smith diterima di salah satu program pascasarjana ilmu hukum paling bergengsi di dunia: Harvard Law School.&lt;br /&gt;Belakangan, hanya dua bulan menduduki kursi CEO, Smith didiagnosis menderita kanker hidung dan tenggorokan, dan diramalkan tak akan bertahan hidup sampai setahun. Ia memberi tahu Dewan Direksi tetapi meyakinkan mereka, Aku belum mati dan tak berencana mati dalam waktu dekat.Smith membuktikan ucapannya. Ia memenuhi seluruh jadwal kerjanya yang ketat, walau setiap akhir pekan harus melakukan perjalanan dari Wisconsin ke Houston, Texas, untuk radioterapi dan hidup sampai 25 tahun kemudian  sebagian besar sebagai CEO. Yang lebih hebat lagi, ia menunjukkan kegigihan yang sama ketika mengibarkan kembali Kimberly-Clark yang terpuruk, terutama ketika menuntaskan keputusan paling dramatis dalam sejarah perusahaan kertas tersebut: Melego pabrik kertas yang merupakan sumber utama pendapatan mereka.&lt;br /&gt;Tak lama setelah menduduki kursi CEO, Smith dan timnya menyimpulkan bahwa bisnis inti tradisional mereka coated paper  tak bisa diandalkan lagi. Matematika bisnisnya jelek dan daya saingnya lemah. Di sisi lain, mereka melihat, kalau Kimberly-Clark berani terjun ke industri konsumer produk kertas, pesaing kelas dunia seperti P&amp;amp;G akan memaksa mereka untuk besar atau, sebaliknya, hancur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-1675297384916663734?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/1675297384916663734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=1675297384916663734&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/1675297384916663734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/1675297384916663734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/01/kisah-sukses-ceo-yang-eksentrik.html' title='Kisah Sukses CEO Yang Eksentrik'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-5231556965738794575</id><published>2008-01-16T02:13:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T02:15:26.408-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nyata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toyota'/><title type='text'>Kisah Sukses Mitra Toyota</title><content type='html'>OlehSigit Wibowo&lt;br /&gt;Jakarta—Siapa yang membayangkan orang yang dulunya bekerja di bagian produksi pabrik Toyota Astra Motor (TAM) bisa mengubah nasibnya menjadi rekanan yang memasok komponen pada perusahaan otomotif terbesar di Indonesia tersebut?&lt;br /&gt;Mungkin ada, tidak tidak terlalu banyak. Dan salah satunya adalah Nur Dahyar. Nur—demikian ia biasa dipanggil-membuka usaha pallet setelah “mencuri” ilmu di TAM selama 9 tahun. Saat ini pallet buatan perusahaannya tidak saja digunakan memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga diekspor ke luar negeri. “Sejak awal saya memang mempunyai rencana menjadi pengusaha,” ujarnya.Pada saat bekerja di Toyota tahun 1978 ia hanya berbekal ijazah SLTP. Namun keinginannya menjadi seorang pengusaha tidak pernah mati, sembari bekerja di Toyota pada malam harinya ia bersekolah SMA hingga lulus Akademi D3 komputer. Ketika bekerja di Toyota, ia pun bertekat menguasai semua bidang sehingga ia minta kepada atasannya supaya di-rolling dari satu bidang ke bidang lain.Maka sejumlah bidang di industri otomotif ini sudah ia jalani. Mulai dari bidang pengelasan, press, pengepakan, pergudangan dan lainnya. Setelah ia memperoleh cukup ilmu akhirnya ia keluar untuk mendirikan perusahaan kecil-kecilan.Secara kebetulan ketika di Toyota ia kenal dengan Setiadi, seorang teknisi mesin yang bekerja di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Hubungan pertemanan ini berlanjut menjadi hubungan bisnis. Nur Dahyar lalu mendirikan perusahaan yang diberi nama PT Nuansa Raya Dinamika (NRD) tahun 1997.Modal awal pengembangan usaha NRD berasal dari pinjaman BNI sebesar Rp 50 juta. Pertama kali memperoleh order dari Pelindo lewat jasa temannya tersebut. Proyek yang ditanganinya adalah pembuatan 9 pemancar lampu (tower) senilai Rp 135 juta yang dilaksanakan dalam beberapa periode.“Pada bulan pertama NRD menyelesaikan order sebesar Rp 15 juta tetapi biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 25 juta,” ujarnya. Hal ini wajar mengingat NRD harus menginvestasikan mesin dan peralatan lain. Setelah memiliki prospek yang baik koleganya tersebut mengajukan pensiun dini agar bisa fokus dalam mengembangkan perusahaan tersebut. Pada mulanya 100 persen saham dimiliki Nur Dahyar tetapi setelah Setiadi bergabung komposisi kepemilikan saham fity-fifty.“Kami membina hubungan berdasarkan prinsip saling percaya, walaupun sering kali beda pendapat tetapi sampai sekarang masih bisa bertahan,” kata Setiadi. Jika Dahyar lebih menguasai proses produksi maka Setiadi menangani yang berkaitan masalah keuangan. Pembagian tugas yang jelas menyebabkan masing-masing orang tahu apa yang harus dilakukan dan bidang apa yang harus dikerjakan.&lt;br /&gt;Beralih ke Besi/bajaSemula NRD memproduksi pallet yang terbuat dari kayu tetapi mulai tahun 2001 beralih dengan bahan baku dari besi/baja. Sejak tahun 2002 pallet buatan NRD semua berasal dai besi/baja. Hal ini disebabkan negara seperti Malaysia dan Australia sudah tidak mau menerima pallet yang terbuat dari kayu karena menciptakan masalah lingkungan.Saat ini produk yang dihasilkan NRD tidak saja pallet baja tetapi juga peralatan konstruksi baja dan mesin-mesin sederhana. NRD telah berkembang menjadi tiga pabrik kecil yang menempati wilayah seluas 2560 meter persegi di daerah Semper. 55 persen produksi NRD untuk memasok kebutuhan Toyota sedangkan 45 persen kepada pelanggan lain. Tercatat beberapa perusahaan seperti PT Maersk Line, SCI, American Line, Mulia Keramik mengguanakan produk NRD.Saat ini beberapa bank telah menyalurkan kredit pada UKM ini yakni Bank Niaga, Bank Permata dan Citibank. “Sekarang kredit yang bisa dikucurkan bisa mencapai Rp 1 miliar per bulan seiring dengan perkembangan perusahaan,” kata Setiadi. Ia merasa bersyukur karena omzet perusahaan yang semula hanya dibawah Rp 100 juta sekarang sudah mencapai Rp 14 miliar.Setiadi memperkirakan omset perusahaan di akhir tahun bisa mencapai Rp 20 miliar. Meskipun masih mengandalkan produksi pallet baja tetapi produk-produk lain non-pallet akan ditingkatkan. Pada 2005-2007, NRD ingin masuk pada pengembangan produk komponen mesin. Rencananya 2007-2010 investasi peralatan dan mesin-mesin sudah bisa dilakukan dan akhir tahun 2010 sudah bisa berproduksi.Khusus bahan baku perusahaannya dipasok oleh PT Krakatau Steel melalui 5 distributor dan pipa dari perusahaan Bakrie. Sejauh ini pasokan lancar sehingga produksi tidak terganggu. Namun penguatan dolar terhadap rupiah akhir-akhir ini menyebabkan kekhawatiran karena dampaknya sangat buruk bagi usahanya.Sementara untuk jumlah karyawan terus meningkat dari tahun 1997 yang hanya Nur Dahyar dengan anggota keluarga saja. Tahun 1998 berjumlah 7 orang sekarang sudah berkembang menjadi 122 orang. Kebanyakan atau sekitar 78 orang merupakan lulusan smu, 3 dari akedemi, 6 orang univeritas dan sisanya pendidikan SD dan SMP.Jepang ingin masukSetelah melihat prospek bisnis yang baik maka ancaman terbesar yang dihadapi perusahaan adalah rencana perusahaan Jepang melakukan investasi di sektor ini. Hal inilah yang dikhawatirkan karena bisa mengancam eksistensi NRD. Namun kebijakan Toyota yang tetap ingin mempertahankan partner lokal menyebabkan mereka belum bisa masuk.Tetapi indikasi perusahaan Jepang ingin masuk ke sektor ini sudah ada. “Kami meminta pemerintah memperhatikan ini sebab secara modal dan teknologi mereka pasti tidak kalah,” kata Dahyar.Sebelumnya tahun 2004 NRD juga terancam setelah produk-produk bajakan dengan harga murah dari Cina diselundupkan melalui berbagai pelabuhan. “Modusnya mereka bekerja sama dengan beberapa orang aparat bea cukai untuk meloloskannya,” ujarnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-5231556965738794575?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/5231556965738794575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=5231556965738794575&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5231556965738794575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5231556965738794575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/01/kisah-sukses-mitra-toyota.html' title='Kisah Sukses Mitra Toyota'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-3234512111300053069</id><published>2008-01-16T02:04:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T02:13:17.725-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhammad yunus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghargaan nobel.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pinjaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara memulai bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Grameen Bank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mendapat nobel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hugo cavez'/><title type='text'>Muhammad Yunus dan Grameen Bank</title><content type='html'>“Beri tepuk tangan untuk kawan kita, teladan perjuangan melawan kemiskinan.” Hugo Cavez, Presiden Venezuela&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://marjinkiri.com/books/yunusbank.htm"&gt;&lt;/a&gt;Seraya berekspansi, kami pantau kemajuan para peminjam melalui siklus pinjaman berturutan. Kebanyakan, besaran pinjaman mereka meingkat sejalan pertumbuhan bisnis dan meningkatnya kepercayaan dirinya. Beberapa peminjam yang paling dinamis menggunakan laba yang didapatnya untuk membangun rumah baru atau memperbaiki rumahnya sekarang. Tiap kali saya mengunjungi sebuah desa dan melihat sebuah rumah dibangun dari laba usaha yang dibiayai Grameen, saya merasa tergetar, meski saya masih menyesal karena ada banyak peminjam lainnya yang tidak mampu melakukan investasi besar macam itu.&lt;br /&gt;Tahun 1984, saya lihat iklan Bank Sentral bangladesh yang mengumumkan rencana pembiayaan baru untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) di wilayah pedesaan. Menanggapi iklan itu, Grameen Bank mengajukan ke Bank Sentral permohonan bantuan untuk mengenalkan program KPR ke peminjam. Kami jelaskan bahwa kami dibatasi oleh kondisi para peminjam kami yang sangat sederhana, yang tidak bisa membayar uang sebesar yang disebutkan dalam iklan Bank Sentral. Para peminjam kami tidak bisa meminjam 75.000 taka (sekitar AS$2.000), tetapi kami sungguh ingin meminjamkan KPR sejumlah 5.000 taka (AS$125) untuk mereka.&lt;br /&gt;Permohonan kami ditolak. Para staf ahli dan konsultan Bank Sentral memutuskan bahwa apapun yang dibangun dengan harga AS$125 tidak akan memenuhi pengertian struktural sebuah rumah. Secara spesifik mereka nyatakan bahwa rumah macam itu tidak sesuai dengan “jenis rumah di negeri ini”.&lt;br /&gt;Saya protes. “Siapa peduli dengan ‘jenis rumah di negeri ini’?” ujar saya. “Yang kami inginkan adalah atap yang tidak bocor dan ruang kering yang bisa dihuni oleh para anggota kami.”&lt;br /&gt;Kami berusaha agar konsultan-konsultan Bank Sentral bisa melihat sendiri dampak besar kredit rumah yang sangat kecil ini terhadap kondisi para peminjam kami saat ini. Tetapi semua argumentasi kami kandas. Mereka tidak akan mengalah.&lt;br /&gt;Lalu kami munculkan gagasan lain. Kami mengirimkan permohonan kedua yang menjelaskan bahwa kami tidak lagi menginginkan memberikan kredit perumahan, melainkan ‘kredit tempat tinggal’. Kami harap mereka tidak memiliki definisi atau statistik tentang ‘jenis tempat tinggal’ yang bisa mendiskualifikasi kami. Meski konsultan penanggungjawab proyek tidak memperlihatkan penolakan terhadap ide soal kredit tempat tinggal ini, ekonom dalam kelompok mereka berpendapat bahwa peminjam kami tidak akan mampu membayar pinjaman yang bukan untuk menghasilkan pendapatan. Grameen bisa berjalan karena pinjaman yang diberikannya ditujukan untuk menghasilkan pendapatan, atau yang mereka sebut ‘kegiatan produktif’, tetapi kredit tempat tinggal merupakan ‘kegiatan konsumsi’. Para peminjam kami tidak akan sanggup membayar kembali utangnya dari pinjaman yang tidak menghasilkan pendapatan ini.&lt;br /&gt;Kami pun kembali ke meja rapat. Kali ini kami katakan bahwa kami ingin menawarkan ‘kredit untuk pabrik’ pada para peminjam. Kami jelaskan bahwa mayoritas peminjam adalah perempuan dan mereka ini bekerja di rumahnya. “Peminjam kami memperoleh pendapatan dari pekerjaaan yang dilakukan sambil mengasuh anak,” jelas saya. “Kegiatan macam ini kebanyakan dilakukan di rumah mereka sendiri. Karena merupakan tempat bekerja, kami menyebut rumah mereka sebagai pabrik. Nah, musim hujan merundung mereka selama lima bulan dalam setahun. Selama itu, mereka tidak bisa bekerja karena tidak memiliki atap yang kokoh di atas kepalanya. Agar pekerjaan menghasilkan pendapatan itu terus berlanjut, mereka butuh perlindungan dari hujan. Itu sebabnya kami ingin menawari pinjaman untuk pabrik pada mereka. Tentunya, ‘pabrik’ ini akan berfungsi ganda sebagai rumah juga, tetapi yang lebih penting adalah dampak langsungnya pada kemampuan mereka menghasilkan pendapatan karena mereka bisa bekerja lebih nyaman sepanjang tahun.”&lt;br /&gt;Konsultan menolak permohonan kami untuk ketiga kalinya. Saya atur pertemuan pribadi dengan gubernur Bank Sentral guna memintanya mengatasi birokrasi.&lt;br /&gt;“Anda yakin kaum miskin akan membayarnya kembali?” tanya gubernur.&lt;br /&gt;“Ya, mereka akan bayar. Pasti. Tidak seperti orang kaya, orang miskin tidak akan mengambil resiko dengan tidak membayar. Ini satu-satunya peluang yang mereka punya.”&lt;br /&gt;Gubernur Bank Sentral memandangi saya. “Maaf kalau staf kami menyulitkan Anda,” katanya. “Sebagai ujicoba, saya perkenankan Grameen melaksanakan program KPR. Semoga berhasil.”&lt;br /&gt;Sampai kini (tahun 1997), kami telah menyalurkan KPR sejumlah AS$190 juta untuk membangun lebih dari 560.000 rumah dengan cicilan per minggu yang tingkat pengembaliannya hampir 100%. Program KPR yang diselenggarakan bank komersial konvensional tidak bisa membanggakan keberhasilan macam itu. Para peminjam mereka hanya sedikit yang membayar kembali kreditnya dan programnya dihentikan setelah tiga tahun berjalan. Program KPR kami berlanjut dan makin meluas sampai hari ini.&lt;br /&gt;Kedudukan kami juga semakin dikukuhkan ketika program perumahan Grameen dipilih sebagai penerima penghargaan internasional arsitektur Aga Khan Award tahun 1989 oleh dewan juri yang terdiri dari arsitek-arsitek top dunia. Saat upacara penganugerahan di Kairo, arsitek-arsitek ternama ini selalu menanyai saya siapa arsitek yang merancang rumah prototipe kami, rumah sederhana seharga AS$300 (sejak 1989 besaran KPR kami tumbuh menjadi AS$300). Saya jawab tidak ada arsitek profesional yang pernah merancang rumah yang dibangun peminjam kami. Para peminjamlah yang merancang sendiri rumahnya – sebagaimana mereka merancang sendiri nasibnya.&lt;br /&gt;[ dikutip dari buku : &lt;a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://marjinkiri.com/books/yunusbank.htm"&gt;Bank Kaum Miskin&lt;/a&gt;, karya Professor Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank. Edisi Indonesia diterbitkan oleh &lt;a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://marjinkiri.com/"&gt;penerbit Marjin Kiri&lt;/a&gt;. Buku ini sangat inspriratif, saya sangat rekomendasikan untuk koleksi Anda. Alih bahasa oleh Irfan Nasution sangat bagus, sehingga enak dibaca. Saya sendiri beli di Toko Gunung Agung, di Bandung Indah Plaza, Bandung. Kalau Anda ingin tahu bagaimana berbagai kecerdasan SEPIA muncul dalam diri seseorang, contoh nyatanya ada dalam diri Professor Yunus ini – bagaimana dia memberi dasar motivasi spiritual yang kuat untuk menolong orang miskin (kecerdasan spiritual), aspirasi yang jelas misalnya dalam menggagas Grameen Bank (kecerdasan aspirasi), ide-idenya ketika merumuskan metode kredit mikro misalnya dengan pengembalian mingguan, sistem 5 kelompok, dll (kecerdasan intelektual), keuletannya dalam berusaha (kecerdasan emosi), dan kelihaian beliau dalam lobi-lobi tingkat tinggi (kecerdasan power). Professor Yunus mendapatkan Nobel Perdamaian 2006 atas jasanya yang besar dalam mengentaskan kemiskinan selama 30 tahun di berbagai negara, mengungguli banyak kandidat lain termasuk Susilo Bambang Yudhoyono dari Indonesia. Saya kira memang pantas beliau Professor Yunus yang mendapatkan Nobel Perdamaian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-3234512111300053069?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/3234512111300053069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=3234512111300053069&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/3234512111300053069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/3234512111300053069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/01/muhammad-yunus-dan-grameen-bank.html' title='Muhammad Yunus dan Grameen Bank'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-3409777454461647961</id><published>2008-01-16T01:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T02:02:43.989-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aburizal Bakrie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cashflow quadrant'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang kaya no.1 Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sampoerna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara investasi'/><title type='text'>Orang Kaya no.1 Indonesia Indonesia Seorang Investor</title><content type='html'>Orang Kaya No.1 Indonesia Seorang Investor&lt;br /&gt;(Aburizal Bakrie, Budi Hartono, H.Salim, Sampoerna, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi investor? Bukankah cita-cita yang umum adalah menjadi dokter, menjadi pilot, menjadi insinyur, atau menjadi artis?&lt;br /&gt;Ya, itulah cita-citanya orang yang tidak kaya (atau yang orang tuanya tidak punya ilmu menjadi kaya). Ini tidak bermaksud menghina, ini hanya sekedar menunjukkan perbedaan orang yang kaya dengan yang tidak kaya (kelas menengah atau miskin) dalam mendidik anaknya.&lt;br /&gt;Didikan orang tua (yang tahu caranya) kaya adalah : jadilah investor, baru kemudian apa pun profesi yang kamu inginkan!&lt;br /&gt;Setelah jeda yang sangat lama, saya kembali membuka buku Kiyosaki berjudul Guide to Investing. Ini satu di antara 3 buku Kiyosaki yang menjadi favorit saya. Buku yang lain adalah Retire Young Retire Rich, dan Cashflow Quadrant. Ya, Anda benar, saya menjadikan Kiyosaki sebagai salah satu guru saya. Virtual tentu saja.&lt;br /&gt;Buku Guide to Investing ini cukup padat isinya dan saya tidak bermaksud menulis ulang isi buku ini (silahkan baca sendiri). Satu hal yang menarik untuk dikaji adalah esensi dari semua kegiatan yang Anda lakukan untuk menjadi kaya adalah ‘muara akhirnya’ yaitu : menjadi investor.&lt;br /&gt;Anda boleh menjadi seorang karyawan (E:employee), sebagai seorang pekerja mandiri (S : self employee), atau menjadi bisnisman (B : businesss owner). Anda bebas memilih menjadi apa pun, atau sebaliknya tidak menjadi satu pun dari karyawan, pekerja mandiri, atau bisnisman itu. Namun Anda wajib menjadi investor (I : investor). Inilah satu-satunya jalan menjadi kaya.&lt;br /&gt;Nah, karena kita dilahirkan dengan kondisi berbeda-beda, maka tidak semua orang langsung bisa terjun total sebagai investor. Kita perlu belajar dulu, perlu pengalaman dulu, dan perlu modal dulu. Itulah kenapa kita semua memerlukan profesi E, S, B, sebagai jembatan menuju profesi ultima yaitu sebagai I (investor).&lt;br /&gt;Kalau begitu kita perlu segera terjun ke pasar saham dong? Atau ikut MLM (kata orang MLM)? Atau jual beli rumah?&lt;br /&gt;Salah.&lt;br /&gt;Langkah pertama adalah mengenal apa itu investasi. Dan jauh dari yang dibayangkan kebanyakan orang, investasi itu bukan main saham, bukan jual beli rumah, bukan juga rame-rame ikut MLM. Itu semua cuma disebut ‘kendaraan investasi’. Investasi menurut Rich Dad nya Kiyosaki adalah : sebuah rencana!&lt;br /&gt;Investor Lesson #4 : Investing is a plan, not a product or procedure. Investing is a very personal plan. (Guide to Investing. Kiyosaki)&lt;br /&gt;Saya kutipkan percakapan Kiyosaki dengan ‘ayah kaya’ nya sebagai berikut :&lt;br /&gt;Dalam salah satu pelajaran saya (Kiyosaki - red.) mengenai investasi, ia (ayah kaya - red.) bertanya, “Tahukan kamu mengapa ada begitu banyak tipe mobil dan truk yang berlainan?”&lt;br /&gt;Saya memikirkan pertanyaan itu sebentar, lalu menjawab, “Aku rasa karena ada begitu banyak tipe orang yang berlainan dan mereka mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang berbeda. Seorang lajang mungkin tidak membutuhkan station wagon besar berkursi sembilan, tapi suatu keluarga dengan lima anak mungkin membutuhkan itu. Dan seorang petani akan memilih truk pickup daripada mobil sport dua kursi.”&lt;br /&gt;“Tepat,” sahut ayah kaya. “Dan itu sebabnya produk-produk investasi sering disebut ‘kendaraan investasi’.”&lt;br /&gt;“Mengapa istilahnya ‘kendaraan’?” tanya saya lagi.&lt;br /&gt;“Sebab tugas semua kendaraan adalah membawamu dari titik A ke titik B!” jawab ayah kaya. “Suatu kendaraan investasi hanya membawamu dari titik finansial sekarang ke titik finansial yang kamu inginkan, entah kapan di masa mendatang.”&lt;br /&gt;“Dan itu sebabnya investasi itu adalah rencana,” sahut saya sambil mengangguk pelan. Saya mulai paham.&lt;br /&gt;“Investasi itu seperti merencanakan suatu perjalanan, misalnya dari Hawaii ke New York. Jelas, kamu tahu bahwa untuk awal perjalananmu sepeda atau mobil tidak akan memadai. Kamu perlu kapal laut atau pesawat terbang untuk menyeberangi laut,” kata ayah kaya.&lt;br /&gt;“Dan sekali saya mendarat, saya bisa berjalan, mengendarai sepeda, atau bermobil, naik kereta api, bus, atau terbang ke New York,” tambah saya. “Semuanya kendaraan yang berbeda.”&lt;br /&gt;Ayah kaya mengangguk. “Dan yang satu tidak lantas berarti lebih baik dari yang lain. Jika kamu punya banyak waktu dan betul-betul ingin melihat negeri ini, maka berjalan kaki atau naik sepeda akan menjadi yang terbaik. Tetapi jika kamu perlu berada di New York besok, jelas bahwa terbang adalah satu-satunya pilihan terbaik bagimu jika kamu ingin tiba tepat waktu.”&lt;br /&gt;“Jadi banyak orang mengarahkan fokus pada suatu produk, misalnya saham, dan kemudian suatu prosedur, misalnya trading (jual-beli), tetapi sebetulnya mereka tidak mempunyai rencana. Itukan yang hendak Bapak katakan?” tanya saya.&lt;br /&gt;Ayah kaya mengangguk. “Kebanyakan orang berusaha meraup uang dengan apa yang mereka anggap investasi. tetapi trading bukanlah investasi.”&lt;br /&gt;“Kalau bukan investasi, lalu apa?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Trading adalah trading,” sahut ayah kaya. “Dan trading adalah suatu prosedur atau teknik. Orang yang memperdagangkan saham tidak berbeda dengan orang yang beli rumah, memperbaikinya, lalu menjualnya kembali dengan keuntungan lebih tinggi. Satu orang dagang saham, orang lain dagang rumah. Itu tetap trading. Dan trading adalah suatu profesi. Tetapi trading bukanlah apa yang aku sebut investasi.”&lt;br /&gt;“Dan bagi Bapak, investasi adalah suatu rencana, rencana untuk membawa Bapak dari posisi sekarang ini ke posisi yang Bapak inginkan,” sahut saya sambil berusaha keras memahami batasan-batasan ayah kaya.&lt;br /&gt;Ayah kaya mengangguk dan berkata, “Aku tahu ini agak dipaksakan dan terasa detil. Aku ingin melakukan yang terbaik untuk mengurangi kebingungan di seputar subyek investasi. Setiap hari aku bertemu dengan orang-orang yang mengira mereka sedang berinvestasi, padahal secara finansial mereka tidak beranjak kemana-mana. Mereka ibarat mendorong sebuah gerobak berputar-putar.”&lt;br /&gt;Ketika membaca buku Guide to Investing saya sebenarnya tidak paham tentang ‘investasi adalah rencana’. Saya baru paham setelah membaca buku Retire Young Retire Rich yang menjelaskan konsep Wealth Ratio (WR).&lt;br /&gt;Investasi adalah sebuah rencana maksudnya begini: dengan rencana tersebut Anda menggunakan berbagai kendaraan investasi untuk bisa berpindah dari miskin (WR=0) menjadi bebas finansial (WR=1) dan terus berkembang menjadi berkelimpahan (WR&gt;1). Tentunya Anda masih ingat tentang konsep WR ini.&lt;br /&gt;Jadi, apapun yang sekarang sedang Anda kerjakan di kantor atau bisnis, Anda ‘tidak akan pernah menjadi kaya’ kecuali Anda mulai membuat rencana, kemudian berlatih menggunakan kendaraan investasi, dan selanjutnya menggunakan ilmu dan uang yang Anda peroleh itu untuk diubah menjadi sumber pasif income hingga WR&gt;1.&lt;br /&gt;Eh, ngomong-ngomong, bolehkan saya tidak memilih jadi investor? Ya boleh saja. Paling-paling Anda gagal jadi kaya (yang berarti terus menjadi budak masalah finansial).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-3409777454461647961?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/3409777454461647961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=3409777454461647961&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/3409777454461647961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/3409777454461647961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/01/orang-kaya-no1-indonesia-indonesia.html' title='Orang Kaya no.1 Indonesia Indonesia Seorang Investor'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-6193634976021980477</id><published>2008-01-16T01:40:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T01:44:01.234-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara memulai bisnis'/><title type='text'>Cara Memulai Berbisnis, Bisnis Apapun</title><content type='html'>Hidup adalah pelajaran, kata orang bijak. Untuk menjadi yang terbaik kita selalu harus terus belajar. Ada orang yang langsung terjun ke lapangan dan menemukan beberapa kegagalan dan kesuksesannya sebagai bahan pelajaran. Ada orang yang belajar terlebih dahulu kemudian baru melakukan usaha.&lt;br /&gt;Terjun Dulu Belajar Kemudian Kalau Anda pernah membaca biografi saya yang berbisnis, berhenti berbisnis lagi dan berhenti lagi yang pada ahirnya terus berbisnis merupakan tahapan pembelajaran yang panjang. Kenapa? Karena saya bukanlah orang ekonomi, bukan pula orang marketing tapi saya adalah orang teknik. Apa hubungannya dengan orang teknik sama Ekonomi? Paling tidak kalau pernah menekuni bidang ekonomi dan marketing sedikit banyak mengerti cara marketing yang efektif.&lt;br /&gt;Tapi apa yang terjadi? Memang secara komunikasi saya lancar. Dengan keyakinan dan semangat ditambah komunikasi yang lancar, saya sudah berani terjun ke bisnis. Memang saya bisa melakukan, tapi hasilnya kurang efektif. Apakah apa yang saya lakukan benar atau tidak, saya tidak bisa mengukur dari kaca mata keilmuan. Yang saya tahu adalah bahwa omzet dan keuntungan meningkat, berarti indikasi marketing saya sudah benar.&lt;br /&gt;Memang tidak semua cara yang saya lakukan tidak efektif. Sambil berjalan saya pun belajar cara berjualan beras kepada penjual beras keliling di Malang yang bernama Koh Ayen. Saya juga mempelajari buku-bukku marketing. Tapi tidak semua jurus ampuh aku dapatkan. Ditambah kurangnya modal sebagai kendala Utama.&lt;br /&gt;Munculnya kendala-kendala di lapangan biasanya tidak terduga. Tapi datangnya kesempatan, peluang bisnis dan keuntungan yang mendadak juga sering tiba-tiba. Jadi kesempatan dan kendala ini sering ditemui di lapangan. Ketika kita sudah biasa, maka kita makin mahir menghadapinya. Maka lama-kelamaan kita pun bisa menjadi pintar atau biasa disebut ‘smart street’ (pintar di jalanan).&lt;br /&gt;Belajar dulu dan takut bisnisBanyak kan contoh orang yang sudah menguasai marketing tapi tidak berani terjun ke dunia bisnis. Secara keimuan bisa jadi dia sudah menguasainya. Dia pun sudah memiliki mimpi untuk menjadi pengusaha sukses, sudah belajar cara efektif marketing, sudah pula belajar kepada guru-guru bisnis terbaik di bidangnya, tapi? Dia belum berani melakukan, belum take action dalam bisnis. Sehingga ilmunya hanya menjadi teori belaka. Ini yang ironi. Dia tergolong kategori ’smart school’, pintar karena sekolah.&lt;br /&gt;Belajar dulu dan melakukan bisnisOkey, kalau kedua cara diatas dianggap belum efektif, cobalah mempelajari dulu Anda mau bisnis apa?Setelah tahu ide bisnisnya, cobalah inventarisir pebisnis di bidang serupa dan bergurulah kepadanya. Jika guru tersebut mau berbagi ilmu, maka kita tinggal menerapkannya. Bila tidak mau, ya cari tahu untuk mendapatkan gambaran proses bisnis dan kunci kesuksesannya.Bila referensi Anda kurang lengkap, Anda juga bisa berguru kepada pebisnis di bidang serupa (tapi tidak sama) untuk diambil sari terbaiknya dan mencoba diterapkan kepada bisnis kita.&lt;br /&gt;Namun, terkadang kalau kita kebanyakan ilmu kita malah tahu adanya ’kengerian’ bisnis, sehingga semakin kita tahu membuat kita semakin takut memulai bidang bisnis tersebut.&lt;br /&gt;Belajar Efektif:&lt;br /&gt;Berguru kepada orang yang terbaik dan tepat&lt;br /&gt;Mengetahui global bisnis tersebut&lt;br /&gt;Mengetahui peluang dan ancaman secara lebih detail&lt;br /&gt;Mengetahui strategi memperoleh peluang yang besar, dan bayangkan ANDA AKAN MENDAPATKANNYA&lt;br /&gt;Mengetahui strategi mengurangi ancaman kerugian. Jangan bayangkan kerugian tapi bayangkan kenikmatannya, sehingga kondisi apapun kita masih tetap semangat&lt;br /&gt;Melakukan step awal dalam bisnis.&lt;br /&gt;Bila menjumpai masalah, hadapi dan bertanyalah kepada guru terbaik di bidangnya.&lt;br /&gt;Melakukan step berikutnya, evaluasi, belajar, melakukan lagi dan terus berputar.&lt;br /&gt;Dari sini akan muncul proses belajar, praktek, belajar, praktek yang terus menerus.&lt;br /&gt;Terus belajar untuk mengikuti perubahanMasalah dalam bisnis tentu terus ada. Kalau tidak ada masalah, maka ciptakan masalah agar omzet terus membaik. Maksudnya, ‘tidak masalah’ berarti penjualan sudah memenuhi target. Sehingga kalau omzet itu mentok, sebenarnya itulah masalahnya. Sehingga ciptakan target yang lebih tinggi lagi dan bagaimana mencapainya. Maka kita pasti akan terus belajar.&lt;br /&gt;Tempat &amp;amp; waktu berbeda menciptakan situiasi yang berbeda. Perubahan terus terjadi. Persaingan terus meningkat. Maka kewajiban kita untuk terus belajar dan mengikuti perubahan. Kalau kita tidak mau belajar dan berubah, maka zaman yang akan menggilas kita.&lt;br /&gt;PenutupUntuk menghindari kesalahan yang fatal, minimal Anda harus tahu konsep bisnis yang akan Anda geluti. Untuk mengetahui konsep tersebut, Anda bisa belajar kepada pengusaha terbaik di bidangnya atau minimal melakukan observasi. Minimal targetnya adalah Anda mengerti cara memulainya.Setelah tahu lebih bisnis tersebut, maka memulai bisnis adalah langkah kedua terbaik.Di langkah kedua ini tentu akan muncul masalah lagi, maka diskusikan dengan guru terbaik lagi.Begitu seterusnya, sehingga kita belajar dan take action kemudian evaluasi dan belajar lagi. Begitu tersus menerus.&lt;br /&gt;Dengan belajar yang terus menerus dan memperbaiki yang belum baik, maka dijamin kita tidak akan tergilas oleh perubahan, karena kita juga terus berubah.&lt;br /&gt;Improvement Forever. Terus berubah untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;*) Oleh: Masbukhin PradhanaPenulis adalah mentor di Entrepreneur University, pemilik jaringan bisnis voucher Priema Persada dan masih menjadi karyawan IT. Bisa dihubungi lewat  &lt;a href="mailto:bukhin@yahoo.com"&gt;bukhin@yahoo.com&lt;/a&gt; atau telepon 08121955772.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-6193634976021980477?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/6193634976021980477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=6193634976021980477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6193634976021980477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6193634976021980477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/01/cara-memulai-berbisnis-bisnis-apapun.html' title='Cara Memulai Berbisnis, Bisnis Apapun'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-6123117211691024689</id><published>2008-01-16T01:19:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T01:35:24.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aburizal Bakrie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang kaya no.1 Indonesia'/><title type='text'>Bakrie and Entrepreneur</title><content type='html'>Do U Know about Bakrie???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do You know about Entrepreneur? An entrepreneur risks his own capital, services, and skills in a company (or in several companies). Entrepreneurs exemplify the Indonesian dream—working without a boss and using their own hands to build a livelihood. Successful entrepreneurs seem to have a number of similar qualities. First, they know business, either from their own experience or through extensive research. Second, they are extremely motivated. The average number of working hours per week of a successful starting entrepreneur is seventy. This catches the typical Indonesian dreamer by surprise. Third, successful entrepreneurs become obsessed with—or at least fascinated by—all parts of their chosen area of expertise.&lt;br /&gt;No aspect of the business is too large or too small to consider. The best thing about being an entrepreneur is that they control their own destinies to a greater extent than if they were working for someone else. Unlike working for someone else who judges their work and assigns a value to their services, every stitch of work they do goes toward their betterment. This puts immense pressure on the entrepreneurs, but it can also be the source of immense pleasure. The most important entrepreneurial concerns should be thought about long before the person starts her own business. She must know how to run the company and when to reassess management strategies. She must be on top of issues of cash flow, expansion (or consolidation), liquidity, and corporate governance. Over three-fifths of new businesses and franchises fail within eighteen months of opening their doors. Many of the factors leading to failure are uncontrollable by the entrepreneur. If she’s trying to sell widgets, and a widgets superstore opens down the street, she may be sunk. Being an entrepreneur means thinking about the business all the time, accepting its responsibilities and its failures. Big Entrepreneur in Indonesia; Budi Hartono, Tomy Winata, Ir. Ciputra, Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, etc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-6123117211691024689?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/6123117211691024689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=6123117211691024689&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6123117211691024689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6123117211691024689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2008/01/bakrie-and-entrepreneur.html' title='Bakrie and Entrepreneur'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-5489388620492585024</id><published>2007-12-08T08:29:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T09:28:13.568-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengusaha sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis pulsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha sukses'/><title type='text'>Bisnis Pulsa</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Bisnis Pulsa saat ini sedang marak-maraknya, berbisnis pulsa tidak membutuhkan modal yang besar namun income-nya besar. Bahkan saya kenal seorang kolega yang memulai bisnis ini hanya dengan mengeluarkan uang celengannya (1-2 juta), bahkan ada yang hanya dengan kepercayaan (tanpa modal), minimal punya HP yang bisa buat sms. Jika tertarik untuk berbisnis pulsa sebaiknya Anda mencoba untuk memulainya dari sekarang. Ada Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis ini, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Survey tempat atau lokasi usaha, (tempat dekat sekolah, kampus, tempat sekitar kos-kos-an, pinggir jalan dan kantor sangat dianjurkan)&lt;br /&gt;2. Target Pasar /siapa pembeli? (Tentukan siapa konsumen kita; mahasiswa, karyawan, siswa, atau orang yang lalu lalang)&lt;br /&gt;3. Pelajari seluk-beluk tentang Bisnis Pulsa. siapkan mental , kegigihan, dan kesabaran.&lt;br /&gt;4. Bangun jaringan, usahakan Anda menjadi orang yang aktif mencari patner bisnis, karena bisnis pulsa ini memberikan keuntungan kepada Anda jika mengajak orang lain untuk mengikuti langkah Anda. Anda akan dapat 2 bonus ketika mengajak orang lain ikut usaha pulsa; 1. Bonus Registrasi/daftar. 2. Bonus Income Pasif, setiap pulsa teman Anda terjual Anda dapat keuntungan juga.&lt;br /&gt;5. Mulai dari sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Modal yang Anda punya hanya memberikan 30% kesuksesan, sedangkan 70% kesuksesan-nya lagi ketika Anda Kerja keras, kerja cerdas, dan ikhlas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat Mencoba, Mudah-mudahan Kesuksesan menyertai Anda.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-5489388620492585024?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/5489388620492585024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=5489388620492585024&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5489388620492585024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5489388620492585024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2007/12/bisnis-pulsa.html' title='Bisnis Pulsa'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-1686516310472387413</id><published>2007-12-08T08:05:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T08:27:30.153-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengusaha sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha sukses'/><title type='text'>Kisah Pengusaha Sukses</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Kini, ia memiliki 10 pabrik dan 2.000 outlet Edam Burger yang tersebar di seluruh Indonesia. Segalanya tentu tak mudah diraih. Bahkan, ia pernah menjalani hidup yang keras di Jakarta.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt; (Di rumah mungil di kawasan Perumnas Klender, Jakarta Timur, belasan pegawai berkaus merah kuning terlihat sibuk. Roti, daging, sosis, hingga botol-botol saus kemasan bertuliskan Edam Burger disusun rapi dalam wadah-wadah plastik siap edar. Seorang lelaki bercelana pendek berhenti bekerja, lalu keluar menyambut NOVA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Pembawaannya sederhana, tak ubahnya seperti pegawai lain. Sambil tersenyum hangat, ia pun memperkenalkan diri. “Aduh maaf, ya, saya tidak terbiasa rapi, hanya pakai oblong dan celana pendek,” tutur Made Ngurah Bagiana, sang pemilik Edam Burger. Beberapa saat kemudian, Made bercerita.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Terus terang, saya suka malu dibilang pengusaha sukses yang punya banyak pabrik dan outlet. Bukan tidak mensyukuri, tapi saya hanya tak mau dicap sombong. Saya mengawali semua usaha ini dengan niat sederhana: bertahan hidup. Makanya, sampai sekarang saya ingin tetap menjadi orang yang sederhana. Sesederhana masa kecil saya di Singaraja, Bali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Orang tua memberi saya nama Made Ngurah Bagiana. Saya lahir pada 12 April 1956 sebagai anak keenam dari 12 bersaudara. Sejak kecil, saya terbiasa ditempa bekerja keras. Malah kalau dipikir-pikir, sejak kecil pula saya sudah jadi pengusaha. Bayangkan, tiap pergi ke sekolah, tak pernah saya diberi uang jajan. Kalau mau punya uang, ya saya harus ke kebun dulu mencari daun pisang, saya potong-potong, lalu dijual ke pasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Menjelang hari raya, saya pun tak pernah mendapat jatah baju baru. Biasanya, beberapa bulan sebelumnya saya memelihara anak ayam. Kalau sudah cukup besar, saya jual. Uangnya untuk beli baju baru. Lalu, sekitar usia 10 tahun, saya harus bisa memasak sendiri. Jadi, kalau mau makan, Ibu cukup memberi segenggam beras dan lauk mentah untuk saya olah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;PENSIUN JADI PREMAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, hidup saya bergulir hingga menamatkan STM bangunan tahun 1975. Bosan di Bali, saya pun merantau ke Jakarta tanpa tujuan. Saya menumpang di kontrakan kakak saya di Utan Kayu. Untuk mengisi perut, saya sempat menjadi tukang cuci pakaian, kuli bangunan, dan kondektur bis PPD.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Kerasnya kehidupan Jakarta, tak urung menjebloskan saya pada kehidupan preman. Bermodal rambut gondrong dan tampang sangar, ada-ada saja ulah yang saya perbuat. Paling sering kalau naik bis kota tidak bayar, tapi minta uang kembalian. (Sambil berkisah, Made terbahak tiap mengingat pengalaman masa lalunya. Berulang kali ia menggeleng, lalu membenarkan letak kacamatanya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Toh, akhirnya saya pensiun jadi preman. Gantinya, saya berjualan telur. Saya beli satu peti telur di pasar, lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur. Ternyata, usaha saya mandeg. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang, masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. Saya menjalani rute Kampung Melayu - Pulogadung - Cililitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Tahun 1985, saya pulang ke kampung halaman. Pada 25 Desember tahun itu, saya menikah dengan perempuan sedaerah, Made Arsani Dewi. Oleh karena cinta kami bertaut di Jakarta, kami memutuskan kembali ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. Kami membeli rumah mungil di daerah Pondok Kelapa. Waktu itu saya bisnis mobil omprengan. Awalnya berjalan lancar, tapi karena deflasi melanda tahun 1986-an, saya pun jatuh bangkrut. Kerugian makin membengkak. Saya harus menjual rumah dan mobil. Lalu, saya hidup mengontrak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;NYARIS TERSAMBAR PETIR&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Titik cerah muncul di tahun 1990. Saya pindah ke Perumnas Klender. Tanpa sengaja, saya melihat orang berjualan burger. Saya pikir, tak ada salahnya mencoba. Saya nekad meminjam uang ke bank, tapi tak juga diluluskan. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp 1,5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt; Bahan-bahan pembuatan burger, seperti roti, sayur, daging, saus, dan mentega, saya ecer di berbagai tempat. Dibantu seorang teman, saya menjual burger dengan cara berkeliling mengayuh gerobak. Burger dagangannya saya labeli Lovina, sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Banyak suka dan duka yang saya alami. Susahnya kalau hujan turun, saya tak bisa jalan. Roti tak laku, Akhirnya, ya, dimakan sendiri. Masih untung karena istri saya bekerja, setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Pernah juga gara-gara hujan, saya nyaris disambar petir. Ketika itu saya tengah memetik selada segar di kebun di Pulogadung. Tiba-tiba hujan turun diiringi petir besar. Saya jatuh telungkup hingga baju belepotan tanah. Rasanya miris sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Di awal-awal saya jualan, tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri, padahal seharian saya mengayuh gerobak. Mereka mungkin berpikir, burger itu pasti mahal. Padahal, sebenarnya tidak. Saya hanya mematok harga Rp 1.700 per buah. Baru setelah tahu murah, pembeli mulai ketagihan. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Untuk mengembangkan usaha, saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. Sungguh luar biasa, upaya saya berhasil. Dalam dua tahun, gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Tak berhenti sampai di situ, tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus. Seminggu berkutat di dapur, hasilnya tak mengecewakan. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang Indonesia. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-1686516310472387413?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/1686516310472387413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=1686516310472387413&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/1686516310472387413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/1686516310472387413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2007/12/kisah-pengusaha-sukses.html' title='Kisah Pengusaha Sukses'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-613420523266161279</id><published>2007-12-08T07:56:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T08:03:21.815-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengusaha sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sukses Google'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha sukses'/><title type='text'>Kesuksesan Google</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="serendipity_searchQuery"&gt;Kisah &lt;/span&gt;&lt;span class="serendipity_searchQuery"&gt;Sukses&lt;/span&gt; Google : ‘The Google Story’ 2005 ditulis oleh David A.Vise -Penulis Pemenang Pulitzer Prize- bersama Mark Malseed yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Tahun 2006.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulis memulai uraian buku pada Bab I yang bertajuk ‘Pengabaian Sehat untuk yang Mustahil’ yang mengisahkan ketika kedua pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin tengah melakukan semacam kuliah umum dan tatap muka dengan siswa SMA unggulan di suatu tempat di Negeri Israel pada suatu masa pada tahun 2005 saat Google tengah mendaki puncak &lt;span class="serendipity_searchQuery"&gt;sukses&lt;/span&gt; bisnis dan dalam kurun waktu tidak berapa lama lagi dipandang akan mampu melewati kekayaan dan kejayaan Microsoft-nya Bill Gates yang selama lebih dari satu dekade terakhir menjadi perusahaan IT yang paling kaya sedunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulis menggarisbawahi bahwa keunggulan Google dibanding Microsoft sang raksasa penguasa dunia piranti lunak masa kini, adalah kenyataan bahwa kiprah bisnis Google berjalan diatas 2 pijakan yakni dunia piranti lunak—dengan algoritma mesin pencarian inovatif model Page Rank System—serta dunia perangkat keras —yakni ribuan server komputer rakitan sendiri yang  mat efisien dalam konsumsi daya namun berkemampaun kinerja amat tinggi yang dijalankan dengan aplikasi antar-muka komputer hasil rekayasa para insinyur Google sendiri—&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Uraian penulis sebanyak 25 Bab lanjutan setelah bab pertama boleh dikata berupa kilas balik ke masa lampau lalu meruntut setapak demi setapak ke depan dalam urutan nyaris historis hingga sampai pada saat buku terbit pertama di AS akhir tahun 2005. Masa lampau itu yakni tahun&lt;br /&gt;1998 saat mana dua serangkai Page dan Brin sama-sama masih berstatus mahasiswa program studi doktoral yang kebetulan ditempatkan pada ruangan kerja Room Gates 360 W.Gates Dept. Computer Science, Universitas Stanford —yang tidak lain menyandang nama donatur pemberi&lt;br /&gt;dana ’sumbangan pembangunan gedung’ ialah : Bill Gates sang pendiri Microsoft—Seluruh 26 Bab buku pada buku setebal 336 hal ini secara khusus diberi kelengkapan lampiran tersendiri, a.l: Kinerja Laporan Keuangan Perusahaan, analisa pergerakkan nilai saham Google Inc (GOOG), dan yang unik dan istimewa yaitu lembar lampiran: GLAT - Google Lab Aptitude Test !&lt;br /&gt;Setiap pembaca yang mampu mencetak skor tinggi dalam test GLAT dapat mengirimkan hasil testnya ke Googleplex Campus di Mountain View, CA, USA. Selebihnya : “If You are Brilliant, We’ll hire You “. Google —atau tepatnya &lt;em&gt;googol&lt;/em&gt;— adalah sebuah kata yang mendefinisikan&lt;br /&gt;bilangan teramat besar : angka 1 diikuti 10 pangkat 10 dibelakangnya yang dipandang pas sebagai nama perusahaan yang berkiprah di bidang mesin pencarian informasi yang jumlahnya segunung di dunia Internet.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-613420523266161279?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/613420523266161279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=613420523266161279&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/613420523266161279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/613420523266161279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2007/12/kesuksesan-google.html' title='Kesuksesan Google'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-6554112271540647415</id><published>2007-12-08T07:53:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T07:55:49.345-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UKM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengusaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha sukses'/><title type='text'>Hubungan Agama dan Bisnis</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;“Masyarakat bawah, pengusaha UKM, itu sebenarnya secara spiritual sudah bagus. Spiritual dalam arti yang luas ya, seperti kejujuran mereka, ketabahan, dan sebagainya. Justru yang saya lihat kurang adalah apa yang disampaikan model SEPIA itu, yaitu kecerdasan Power dan kecerdasan Aspirasi. Mereka itu tidak punya jaringan dan tidak punya visi…,” kata Pak Agus Syarief. Artinya, kalau hanya sisi spiritual (SQ) yang dibangun, juga emosional (EQ) dan intelektual (IQ), belum akan menjawab permasalahan. Karena pada dasarnya teman-teman UKM (Usaha kecil dan Menengah) itu sudah memiliki ketrampilan, semangat, dan kejujuran. Yang paling kurang dari mereka adalah strategi dan aspirasi (visi) mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami sedang duduk bersama makan siang, setelah sebelumnya selesai menyelenggarakan seminar SEPIA untuk para mahasiswa dan guru (yang hadir hampir 200 orang, yang jelas aulanya penuh). Malam sebelumnya kami selenggarakan seminar &lt;a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://bahagia.blogsome.com/"&gt;Financial Happiness&lt;/a&gt; untuk undangan terbatas (yang hadir sekitar 20 orang). Ini sudah prestasi, mengingat undangannya hanya model ‘gerilya’. Pak Agus itu tipe orang yang ‘walk the talk’, melakukan apa yang dia ucapkan. Walau hanya kenal melalui internet, beliau bilang melihat suatu hal unik pada SEPIA ini yang bisa diterapkan untuk pemberdayaan masyarakat. Memang sembari menjadi dosen ekonomi di Universitas Jambi, aktifitas beliau yang riil adalah membina para pengusaha UKM di wilayah Jambi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Itulah kenapa SEPIA ini menurut saya cocok sekali untuk disosialisasikan,” ujar Pak Agus lebih lanjut, “karena ada kecerdasan Power dan Aspirasi itu.” (Oo… begitu, batin saya.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dan saya mengingatkan lagi kepada Pak Khairul, tahun 2010 itu sudah dekat loh, kan visi Pak Khairul di tahun itu SEPIA ini bisa menjadi model yang tersebar di seluruh Indonesia…,” ujarnya lagi. (Wah, Pak Agus ini lebih serius daripada saya ternyata, batin saya lagi.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu beliau bercerita bahwa mengundang saya ke Jambi bukan tanpa cobaan. Berat, katanya. Ada saja yang skeptis bahkan berprasangka yang kurang baik dengan kegiatan kami ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Bahkan sempat dikatakan buku ini‘aliran sesat’. Kalau memang SQ, mana ayat-ayatnya? Saya jawab, memang ayatnya tidak ditulis, tapi keseluruhan buku itu sudah menggambarkan hal itu. Lihat saja bagian terakhir halaman penutup. Ada ayatnya di situ,” cerita beliau. “Yah, kita melakukan apa pun pasti ada saja yang mengkritik,” ujarnya. Kami tertawa bersama. (seringkali memang orang terjebak mengidentikkan SQ dengan agama, bukannya perilaku orang yang beragama)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sudah sering membawakan SEPIA di luar Jawa. Namun kegiatan kali ini menjadi istimewa karena perkenalan kami betul-betul hanya melalui internet! (Biasanya kegiatan luar kota lainnya dimulai dari kenal lewat buku atau kegiatan lain.) Walaupun ini adalah kejadian ke dua setelah sebelumnya rekan-rekan dari PT Inti Optotama Jakarta juga mengundang hanya dengan kenal lewat internet, namun waktu itu SEPIA dibawakan khusus bagian SQ (kecerdasan spiritual) saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu pikiran saya melayang mengingat kembali cita-cita sebuah perusahaan dengan 10 ribu karyawan. Bukankah perusahaan itu tidak perlu berwujud pabrik besar dengan 10 ribu karyawan? Bukankah bisa saja berwujud 1000 kantor kecil di 1000 kota dengan 10 karyawan, atau bisa juga 2000 kantor kecil dengan 5 karyawan? Tujuan usaha itu juga bukan untuk mencetak laba yang besar, cukup bisa ‘sustain’ saja sudah hebat (itu artinya ada 10 ribu keluarga bisa mendapat nafkah). Potensinya banyak, misalnya Bimbingan Belajar metode SEPIA, Career Day untuk SMA metode SEPIA (biasanya untuk menghadapi SPMB), penerimaan mahasiswa baru dan wisuda di universitas (untuk pembekalan kiat kuliah dan kiat bekerja), konsultasi keuangan keluarga metode SEPIA (mengatasi masalah kesejahteraan finansial), jualan poster-poster 5 kecerdasan SEPIA, pemberdayaan UKM metode SEPIA (terutama asesmen titik lemah perusahaan), buku kumpulan pengalaman inspiratif &lt;a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://www.chickensoup.com/stories/featured_stories_archive.html"&gt;‘Chicken Soup for Soul’&lt;/a&gt; gaya SEPIA (sarana berbagi pengalaman), peningkatan mutu SDM perusahaan metode SEPIA (terutama meningkatkan PQ dan AQ, dua hal yang sering luput), program persiapan pensiun metode SEPIA (biar pesangon tidak menguap karena salah investasi), dll. Kekuatan metode SEPIA sesungguhnya ada pada pendekatan sinergi komprehensif dari 5 kecerdasan, dan tidak mengunggulkan sebagian kecerdasan atas kecerdasan yang lain (sekarang kan trend-nya sedang mengunggulkan SQ tuh! Padahal dalam realita hidup, menjadi baik dan shaleh saja sangat jauh dari cukup untuk meraih sukses.). Semua visi itu bisa terwujud melalui kerjasama dengan ribuan lembaga seperti Lembaga Manajemen Terapan (LMT) ‘Success’ yang dipimpin Pak Agus di Jambi. Kerjasama dengan LMT Success ini bisa menjadi model awal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dan dari 10 karyawan itu mimpi saya ada 1 orang cacat yang dilibatkan. Kalau dia cacat kaki, bukankah masih bisa mengerjakan tugas di komputer seperti mendesain brosur misalnya? Kalau dia tuna rungu, bisa mengerjakan sesuatu yang memerlukan ketekunan. Mereka yang cacat itu terbatas sekali kesempatan kerjanya,” demikian saya ungkapkan kepada Pak Agus, setengah meminta persetujuan beliau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah mimpi, katanya harus ditulis. Ketika mimpi itu ditulis, ia bisa menginspirasi diri sendiri, bahkan juga orang lain. Dan ketika sebuah mimpi telah menginspirasi, ia berpotensi mewujud, seringkali hampir dengan sendirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“If you can dream it, you can do it. Always remember that this whole thing was started with a dream and a mouse.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-6554112271540647415?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/6554112271540647415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=6554112271540647415&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6554112271540647415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6554112271540647415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2007/12/hubungan-agama-dan-bisnis.html' title='Hubungan Agama dan Bisnis'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-5747229427048822258</id><published>2007-12-08T07:47:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T07:51:17.362-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengusaha sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IQ'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='financial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausahawan sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SQ'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EQ'/><title type='text'>Kehidupan Milyarder</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;” Mana milyunernya? Mereka semua tidak ada yang terlihat seperti milyuner!” demikian komentar seorang vice president lembaga keuangan menanggapi sekelompok orang yang menjadi subyek penelitian tentang para milyuner. Betul, mereka memang tampak seperti orang biasa, berbaju biasa, memakan makanan biasa, bersikap seperti orang biasa. Sama sekali tidak tampak seperti gambaran milyuner yang sering muncul di televisi. Namun bila diteliti lebih lanjut, mereka adalah orang-orang yang sangat sukses di bidang masing-masing, dengan kekayaan bersih minimal di atas 1 juta dolar, setara di atas 10 milyar rupiah.&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak penelitian tentang para milyuner menunjukkan bahwa penampilan mereka jauh dari gambaran televisi. Televisi lebih banyak menggambarkan penampilan selebritis, yang dipandang umum sebagai penampilan milyuner. Kenyataannya, para milyuner datang dari berbagai kalangan, kontraktor las, penjual barang bekas, petani, pembasmi hama, hingga penjual koin. Kebanyakan mereka hidup relatif sederhana dibandingkan dengan jumlah kekayaannya. Mobil mereka seperti rata-rata milik orang kebanyakan, bukan model terbaru. Rumah mereka berada di perumahan orang kebanyakan. Mereka juga bergaul dengan orang kebanyakan. Sebagian besar dari mereka tidak suka tampil di depan publik. Namun yang jelas, mereka mempunyai satu kesamaan : &lt;strong&gt;sangat merdeka secara finansial&lt;/strong&gt;. Cerita tentang para milyuner tersebut merupakan hasil survey penelitian tentang para milyuner di Amerika, yang dibukukan secara bagus oleh Dr. Stanley dalam karyanya &lt;em&gt;The&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Millionaire Next Door&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menjadi milyuner memang hanya salah satu ukuran keberhasilan seseorang. Masih banyak ukuran-ukuran pencapaian keberhasilan yang lain. Ada pencapaian keberhasilan dalam bidang politik, pelayanan masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, militer, dan lain sebagainya. Menjadi milyuner, yaitu suatu prestasi dalam finansial, menjadi ukuran sukses yang sangat mudah dipahami karena setiap orang tidak terlepas dari masalah finansial ini. Setiap orang dapat merasakan bahwa menjadi milyuner adalah sebuah pencapaian prestasi yang hebat. Uniknya, mereka yang mencapai sukses dalam hal finansial, seringkali memiliki kehidupan yang juga sehat di bidang lainnya. Hampir semuanya adalah pasangan yang awet puluhan tahun dalam kehidupan berkeluarga. Mereka juga aktif dalam kegiatan amal dan bermasyarakat. Mereka mempunyai anak-anak yang disiplin, berprestasi, bebas narkoba. Mereka memiliki kemerdekaan finansial, yang juga membantu mereka untuk berprestasi sama baiknya di banyak bidang non finansial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sukses dapat diprediksi! Seperti halnya bila Anda mau menuju ke suatu tempat, asalkan telah memilih arah yang benar, maka apakah ditempuh dengan merangkak, jalan kaki, atau berkendaraan, pasti suatu ketika akan sampai di tempat tujuan. Hanya masalah waktu yang membedakan. Sukses adalah buah dari perilaku, karena itu bila kita mempunyai perilaku orang sukses, pasti suatu saat menjadi sukses pula.. Perilaku adalah buah dari kebiasan. Kebiasaan dimulai dari sikap. Sikap dipengaruhi oleh keyakinan. Dan keyakinan dipengaruhi oleh pengetahuan. Jadi, awalnya adalah pengetahuan. Setiap hari, pengetahuan beredar secara berlimpah ruah di sekeliling kita. Kemampuan menangkap pengetahuan, merasakannya, menghayatinya, dan menjadikannya sebagai aksi untuk meraih tujuan, sangat dipengaruhi oleh kecerdasan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para milyuner seperti telah diduga, memiliki kecerdasan yang cukup baik. Lebih penting lagi, mereka memiliki kecerdasan yang berimbang. Mereka rata-rata bersekolah dengan baik. Kalaupun putus sekolah, itu dikarenakan kondisi ekonomi keluarga, bukan karena mereka tidak cerdas. Jadi para milyuner ini memiliki kecerdasan intelektual, IQ, yang baik. Mereka juga adalah orang-orang yang tangguh, ulet, sabar, mampu mengendalikan diri, bermasyarakat dengan baik, memiliki keluarga harmonis, dan berbagai hal lain yang menjadi bukti bahwa mereka memiliki kecerdasan emosional, EQ, yang baik. Semua dari mereka juga setuju bahwa kehidupan spiritual, pelayanan, dan sedekah adalah hal yang sangat penting. Kebanyakan dari mereka menyumbangkan penghasilan 10 persen atau lebih dari pendapatan kotor. Mereka meyakini Tuhan sebagai sumber pemberi rizki, sebagai pendamping yang tidak kelihatan, atau sering diistilahkan sebagai “silent partner”. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kecerdasan spiritual, SQ yang sangat baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang menarik adalah,&lt;strong&gt; para milyuner ternyata memiliki lebih dari sekedar IQ, EQ, SQ!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Studi terhadap para milyuner dan orang-orang yang sangat sukses menujukkan bahwa mereka memiliki ciri-ciri lain yang menonjol. Pertama, mereka mempunyai mimpi yang besar, tujuan yang jelas, dan teguh memegang mimpinya tersebut. Kedua, mereka tidak bekerja sendirian, mereka mampu memanfaatkan kekuatan yang ada di dalam dirinya maupun di sekeliling dirinya. Jadi, mereka mengembangkan dua kecerdasan lainnya sebagai pelengkap dari IQ-EQ-SQ. Mereka mengembangkan kecerdasan yang disebut &lt;strong&gt;Kecerdasan Aspirasi (Aspiration Intelligence)&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;Kecerdasan Kekuatan (Power Intelligence)&lt;/strong&gt;. Inilah yang menjadi rahasia para milyuner dan orang-orang sukses, mereka secara simultan mengembangkan lima kecerdasan dengan seimbang!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-5747229427048822258?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/5747229427048822258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=5747229427048822258&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5747229427048822258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/5747229427048822258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2007/12/kehidupan-milyarder.html' title='Kehidupan Milyarder'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-8315456362969545686</id><published>2007-12-08T07:41:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T07:43:54.514-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='water sports'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='golf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fitness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beaches'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='outdoor living'/><title type='text'>Cepiar Property</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;Cepiar Property is proud to present a range of unique resorts from the Karawang Cepiar City in West Java Indonesia. Karawang Cepiar City offers you super quality properties, including: apartments, townhouses, cottages, villas, country houses and real estate for sale in privileged locations on three unique and exciting resort developments in the Karawang Cepiar City in West Java. Each resort is special and entirely unique to anything else on the coast of West Java. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;There are something for everyone - beaches, golf, water sports, outdoor living, fitness, relaxation, quality of life and a genuine Indonesian lifestyle with a true warmth of spirit. The unhurried rhythm of daily life, its celebrations, sociability and the region’s emphasis on the outdoors creates an easy, relaxed, atmosphere. With its culture, welcoming locals, sense of well-being, the Karawang Cepiar City’s many lifestyles are easy to embrace. The Karawang Cepiar City has Sun filled days on beaches, exploring the surrounding countryside, playing golf or a variety of other sports - all against a back drop of  Indonesian tradition with lively fiestas, vibrant bars and fine restaurants and colorful local markets. The sheer beauty of the dramatic and rugged countryside, the golden light and the contrasting deep azure night sky create a sensation of timelessness and space. Variety is the essence of the Karawang Cepiar City region and whatever your needs and interests, you will find plenty to enjoy.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;For more details on the luxury resorts of the Karawang Cepiar  City, please contact Property Partners Head Office on &lt;span fn_index="0" info="Call +622198844249;0;+622198844249;0;" onmouseup="SetCallButtonPressed(this, 0,1)" onmousedown="SetCallButtonPressed(this, 1,1)" onmouseover="SetCallButton(this, 1,1);skype_active=CheckCallButton(this);" onmouseout="SetCallButton(this, 0,1);HideSkypeMenu();" context="+62 21 98844249" rtl="false" class="skype_tb_injection" id="__skype_highlight_id"&gt;&lt;span style="margin-right: 0px;" title="This is a Indonesia phone number. The country code cannot be changed." onclick="javascript:if(0){doRunCMD(event, 'chdial','0');}else{doRunCMD(event, 'call','+622198844249');}event.preventBubble();return false;" onmouseout="SetCallButtonPart(this, 0);" onmouseover="SetCallButtonPart(this, 1);" class="skype_tb_injection_left" id="__skype_highlight_id_left"&gt;&lt;span style="background-image: url(chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_normal_l.gif);" class="skype_tb_injection_left_img" id="__skype_highlight_id_left_adge"&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_transparent_l.gif" style="height: 11px; width: 7px;" class="skype_tb_img_adge" height="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="padding-right: 1px;" class="skype_tb_injection_left_img" id="__skype_highlight_id_left_img"&gt;&lt;img style="width: 16px;" src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/famfamfam/id.gif" title="" class="skype_tb_img_flag" name="skype_tb_img_f0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Call this phone number in Indonesia with Skype: +622198844249" onclick="javascript:doRunCMD(event, 'call','+622198844249');event.preventBubble();return false;" onmouseout="SetCallButtonPart(this, 0)" onmouseover="SetCallButtonPart(this, 1)" class="skype_tb_injection_right" id="__skype_highlight_id_right"&gt;&lt;span class="skype_tb_innerText" id="__skype_highlight_id_innerText"&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" height="1" width="1" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" height="1" width="1" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" height="1" width="1" /&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/space.gif" style="margin: 0px; padding: 0px; height: 1px; width: 1px;" class="skype_tb_img_space" height="1" width="1" /&gt;+62 21 98844249&lt;/span&gt;&lt;span style="background-image: url(chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_normal_r.gif);" class="skype_tb_injection_left_img" id="__skype_highlight_id_right_adge"&gt;&lt;img src="chrome://skype_ff_toolbar_win/content/cb_transparent_r.gif" style="height: 11px; width: 19px;" class="skype_tb_img_adge" height="11" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   cepiar.car@Gmail.com&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-8315456362969545686?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/8315456362969545686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=8315456362969545686&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/8315456362969545686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/8315456362969545686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2007/12/cepiar-property.html' title='Cepiar Property'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-6670649904982659738</id><published>2007-12-08T06:49:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T07:40:03.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='capital'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='services'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skills'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='company'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='risks'/><title type='text'>An entrepreneur and Person</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Do You know about Entrepreneur? An entrepreneur risks his own capital, services, and skills in a company&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;(or in several companies). Entrepreneurs exemplify the Indonesian dream—working without a boss and using their own hands to build a livelihood. Successful entrepreneurs seem to have a number of similar qualities. First, they know business, either from their own experience or through extensive research. Second, they are extremely motivated. The average number of working hours per week of a successful starting entrepreneur is seventy. This catches the typical Indonesian dreamer by surprise. Third, successful entrepreneurs become obsessed with—or at least fascinated by—all parts of their chosen area of expertise.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;No aspect of the business is too large or too small to consider. The best thing about being an entrepreneur is that they control their own destinies to a greater extent than if they were working for someone else. Unlike working for someone else who judges their work and assigns a value to their services, every stitch of work they do goes toward their betterment. This puts immense pressure on the entrepreneurs, but it can also be the source of immense pleasure. The most important entrepreneurial concerns should be thought about long before the person starts her own business. She must know how to run the company and when to reassess management strategies. She must be on top of issues of cash flow, expansion (or consolidation), liquidity, and corporate governance. Over three-fifths of new businesses and franchises fail within eighteen months of opening their doors. Many of the factors leading to failure are uncontrollable by the entrepreneur. If she’s trying to sell widgets, and a widgets superstore opens down the street, she may be sunk. Being an entrepreneur means thinking about the business all the time, accepting its responsibilities and its failures. Big Entrepreneur in Indonesia; Budi Hartono, Tomy Winata, Ir. Ciputra, Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, etc.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-6670649904982659738?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/6670649904982659738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=6670649904982659738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6670649904982659738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6670649904982659738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2007/12/entrepreneur-and-person.html' title='An entrepreneur and Person'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-6384330863841843211</id><published>2007-11-20T20:28:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T20:58:11.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UKM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausahawan sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerintah'/><title type='text'>Pemerintah memandang Wirausahawan</title><content type='html'>"Indonesia tanah air tercinta ini sedang diincar oleh orang-orang rakus kaum kapitalis barat, bahkan beberapa dari mereka sudah ada yang menikmati tanah air tercinta ini" Ustadz  Abdurrohman  pembina  pengajian  Pendidikan Al-Quran  Nurul  Falah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, coba Anda bayangkan bagaimana nasib bangsa ini jika seluruh aset kekayaannya dinikmati hanya oleh segelintir orang saja dan itu pula orang asing. Sebenarnya sudah banyak kebijakan pemerintah yang melindungi aset negara dan bangsa dari orang lain yang hanya akan merugikan rakyat. namun sampai saat ini kebijakan itu bau sebatas kebijakan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aebagai contoh kita ambil sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sektor ini dinegara kita memberikan kontribusi besar bagi tingkat kesejahteraan bangsa, namun dalam prakteknya pemerintah belum memberikan ruang yang mudah bahkan cenderung menyulitkan pengusaha kecil untuk tumbuh. Untuk mengurus perijinan usaha saja harus mengeluarkan uang yang begitu besar, belum ijin produksi, ijin pemasaran, ijin keamanan, ijin tetek bengek lainnya lagi masih banyak dan semua itu butuh uang yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berita di media massa menerbitkan bahwa Pemerintah telah menggalakan sektor UKM untuk bertumbuh pesat baik nasional maupun internasional. saat ini banyak lembaga-lembaga / departemen baru disetiap kementrian negara yang sedang semangat-semangatnya menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat indonesia. Para menteri saling berlomba untuk membuat UKM center kita sepatutnya salut sama mereka dan berterima kasih. Namun jangan sampai terlena dengan janji-janji dan rencana mengesankan dari para menteri dari negara kita. Tugas kita sebagai rakyat indonesia sepatutnya mendukung beliau para menteri yang terhormat. Dan tugas kita adalah bertindak untuk membangun usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah yang membuat kebijakan kita yang berlomba-lomba untuk membangun usaha yang sukses. jika banyak rakyat indonesia yang menjadi wirausahawan sukses, sudah tentu bangsa kita akan semakin sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-6384330863841843211?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/6384330863841843211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=6384330863841843211&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6384330863841843211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/6384330863841843211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2007/11/pemerintah-memandang-wirausahawan.html' title='Pemerintah memandang Wirausahawan'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2849688675080641352.post-4701791969383411647</id><published>2007-11-16T22:46:00.000-08:00</published><updated>2007-11-16T22:49:38.683-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausahawan sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wirausaha'/><title type='text'>Wirausahawan Sukses</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tiada merugi&lt;/em&gt;. QS Fathir {35}:29&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Ada seorang pengusaha sukses di Indonesia yang memulai karirnya dengan membuka sebuah bisnis makanan dan kini telah merambah seluruh tanah air dengan puluhan outlet dan cabangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Dalam tempo اyang tidak terlalu lama, usaha makanan lezat yang ia rintis berkembang dengan begitu menggurita. Masyarakat pun banyak menggandrungi makanan yang disajikan oleh ‘brand’ restoran miliknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Suatu saat pernah, beliau menjadi sponsor utama sebuah seminar zakat yang diadakan di kota Medan. Usai menyampaikan materi seminar, para pembicara diajak untuk menikmati santap siang di salah satu restoran milik sang pengusaha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Ketika santap makan siang berlangsung, salah seorang pembicara menyela dengan sebuah pertanyaan kepada pemilik restoran, “Pak, boleh dong berbagi cerita kiat sukses merintis bisnis kayak begini. Sepertinya bapak gak terlalu lama membangun bisnis ini tapi kok langsung menggurita sampai seluruh tanah air. Apa sih rahasianya?” Sambil tersenyum penuh rasa syukur, pengusaha ini menjawab dengan nada yakin: “Pak Ustadz, sama seperti pengusaha lain, saya merintis ini dengan jatuh-bangun. Namun, sejak saya bertekad untuk menaikan zakat saya hingga 5% dari penghasilan. Subhanallah… Allah berkenan memberikan rezeki yang melimpah kepada saya, keluarga dan semua orang yang terlibat dalam usaha ini.” Ia menambahkan, “Saya amat percaya, semakin banyak kita membantu Allah, Dia pun akan lebih banyak lagi akan memberikan balasannya kepada kita. Dan itu telah kami rasakan kebenarannya!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Allahu Akbar… Allah Maha Besar… Dia mampu untuk memberikan balasan yang begitu berkah bagi hamba-Nya yang mau berniaga kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Itu cerita dari pulau Sumatera, tepatnya di kota Medan. Lain lagi kisah seorang pengusaha berkah dari Provinsi Jawa Tengah. Banyak usaha yang ia tangani. Mulai dari percetakan, penerbitan, institusi pendidikan, pelayanan haji &amp;amp; umrah, yayasan-yayasan social, dan banyak lagi. Bagi saya, jumlah usaha &amp;amp; kegiatan yang beliau tangani sulit dihitung dengan jari. Terakhir saya dengar, beliau tengah membangun sebuah hotel syariah di bilangan kota yang cukup strategis dengan biaya miliaran rupiah. Hal yang lebih membuat kagum adalah…, semua usaha yang beliau bangun berjalan dengan lancar dan memberi hasil yang tidak sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Subhanallah…, dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, beliau amat terampil untuk mengelola semua usahanya. Saya penasaran untuk mengetahui rahasia kesuksesan di balik itu semua. Sampai pada akhirnya, salah seorang staffnya bercerita kepada saya bahwa beliau selalu menginfak-an hampir 30% dari penghasilannya di jalan Allah Swt.&lt;br /&gt;Kala krisis moneter, perusahaan percetakan miliknya hampir bangkrut sama seperti usaha yang lain. Sebuah kebijakan yang ia tempuh terdengar aneh saat itu. Para karyawannya yang berjumlah ratusan, tidak ia rumahkan. Bahkan beliau tambahkan gaji mereka. Sehingga membuat karyawan tersebut senang, tidak resah dengan harga bahan pokok yang menggila pada saat itu, dan akhirnya…. mereka pun berdoa untuk kebaikan pemilik usaha. Subhanallah… siapa yang suka memberi, ia pasti akan diberi. Oleh siapa, ya… oleh Sang Maha Pemberi, Al Wahhab!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Perniagaan yang tiada merugi… itulah salah satu jaminan bagi orang yang suka berinfak.&lt;br /&gt;Cobalah simak hadits 567 bab 60 dalam kitab Riyadhus ShalihinI! Di sana Nabi Saw berkisah, ada seorang petani di Madinah… ia berdiri di antara kebun kurmanya yang kering kekurangan air. Pohon tidaklah subur, sementara buah-buahan tidak muncul dengan baik. Ia khawatir, bila kekurangan air maka kebun tidak akan memberi hasil maksimal untuk kebutuhan hidup ia dan keluarga. Ia menengadah ke arah langit. Kedua tangannya, ia angkat setinggi mungkin seraya merapal lafal-lafal doa kepada Allah agar kebunnya diberi air hujan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Tak lama sejak itu, Allah mengirimkan awan untuk berkumpul. Beriringan sedikit demi sedikit, awan berkumpul dengan cukup lebat di atas kebunnya. Sang petani tersenyum kegirangan. Dalam hatinya, ia berucap… “Allah mengabulkan doa &amp;amp; permintaanku tadi!” Namun sebaliknya yang terjadi. Terdengar olehnya sebuah suara yang berasal dari langit dan berbunyi, “Wahai awan, pergilah ke tanah si Fulan…!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Maka berjalanlah awan ke arah lain, ke tempat yang tidak diketahui oleh si petani yang baru saja berdoa. Kekesalan membuncah dalam batin sang petani. “Mengapa hujan tidak jadi turun di tanahku?” gumamnya. Ia pun penasaran. Ia berlari dan terus berlari. Mengikuti kemana awan akan berhenti dan menurunkan air yang dikandungnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Sampai di suatu tempat yang subur… daunnya rimbun… dan memiliki air yang banyak. Awan pun berhenti dan mencurahkan segala air yang berada di dalam perutnya. Si petani menatap keheranan…, tatkala dilihatnya ada seorang pria bersahaja yang sedang berdoa syukur kepada Tuhan karena telah memberi rahmat pada tanahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Saat itu, si petani memanggil nama si pemilik tanah. Sang pemilik tanah merasa heran lalu bertanya, “Saudara, dari mana Anda tahu namaku?” “Itulah saudaraku, aku sendiri ingin bertanya sebaliknya, amalan apa yang membuat usahamu begitu berkah hingga namamu ku dengar dari suara langit yang memerintahkan awan untuk menurunkan hujan di sini…, di tanahmu!” Subhanallah! Bukankah ini sebuah prestasi hebat, hingga membuat nama seseorang disebut di langit?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Si pemilik tanah mencoba menjawab pertanyaan petani, “Saudara, belum ada orang yang aku beritahukan tentang amalan yang aku kerjakan sehingga membuahkan hasil sedemikian. Namun karena engkau telah tahu sebagian rahasia ini… dan juga karena engkau telah menanyakannya, maka tak layak bagiku untuk merahasiakannya lagi.” “Ceritakanlah padaku, wahai Saudara!” gegas si Petani sebab penasaran.&lt;br /&gt;“Rahasianya mungkin adalah…. Setiap kali kebun dan tanah ini memberi hasil, hanya sepertiga darinya yang aku makan. Sepertiganya lagi aku kembalikan kepada tanah ini sebagai tambahan modal. Lalu sepertiganya lagi, aku berikan kepada Allah Swt sebagai infakku di jalannya. Itulah amalan rutin yang aku kerjakan sehingga membawaku pada hasil yang sedemikian.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span&gt;Subhanallah….! Pemilik tanah tersebut memberikan sepertiga dari penghasilannya untuk Allah Swt. Tak pelak, Allah Swt pun memuliakannya. Saudaraku…, bila dalam merintis usaha, perniagaan, perdagangan atau apapun yang kita lakukan… bila kita sering mengalami kerugian, kebangkrutan, kredit macet dan lain sebagainya yang dapat membuat usaha kita mengalami kemunduran. Maka…, cobalah resep di atas! Insya Allah, Anda akan merasakan apa yang mereka rasakan, yaitu Perniagaan yang Tiada Merugi Disebabkan Infak di Jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2849688675080641352-4701791969383411647?l=cepiar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cepiar.blogspot.com/feeds/4701791969383411647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2849688675080641352&amp;postID=4701791969383411647&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/4701791969383411647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2849688675080641352/posts/default/4701791969383411647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cepiar.blogspot.com/2007/11/wirausahawan-sukses.html' title='Wirausahawan Sukses'/><author><name>wirausahawan-sukses</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17636387850414444164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
